Padang, Rakyatterkini.com — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, melakukan peninjauan terhadap Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel yang baru aktif di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam meningkatkan konektivitas telekomunikasi sekaligus mendukung keselamatan warga yang melintasi jalur ekstrem tersebut.
Sitinjau Lauik merupakan akses penting masuk dan keluar Kota Padang, yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi. Selama ini, keterbatasan sinyal menjadi kendala serius, terutama saat menghadapi situasi darurat.
Gubernur menekankan bahwa kehadiran BTS ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi yang handal, terutama di kawasan strategis dengan risiko tinggi.
“Alhamdulillah, dengan adanya BTS ini, komunikasi di Sitinjau Lauik menjadi lebih lancar. Informasi yang sebelumnya sulit disampaikan kini dapat dikirim dengan cepat, terutama dalam kondisi darurat,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan, BTS yang dibangun hasil kerja sama dengan PT Telkomsel tersebut sudah memberikan dampak positif. Data awal menunjukkan, sekitar 1.000 pengguna memanfaatkan jaringan ini setiap hari, dengan sinyal yang kuat dan jangkauan layanan hingga radius lima kilometer.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel. Kehadiran BTS ini bukan hanya meningkatkan layanan komunikasi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang signifikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Gubernur juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga fasilitas BTS yang terletak di Taman Raya Bung Hatta tersebut.
Ia menekankan perlunya dukungan dari Pemerintah Kota Padang, pihak kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya agar layanan BTS bisa dinikmati masyarakat secara optimal dan berkelanjutan.
“Fasilitas ini penting untuk keselamatan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tegas Mahyeldi.
Sementara itu, Asisten Manajer Telkomsel, Rosady, menyampaikan BTS Sitinjau Lauik resmi mulai beroperasi pada 18 Maret 2026, menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia menambahkan, BTS ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkomsel dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Berdasarkan pemantauan, ada sekitar 1.000 pengguna yang terlayani setiap hari di area ini. Hal ini menunjukkan tingginya mobilitas serta pentingnya dukungan jaringan telekomunikasi yang andal di Sitinjau Lauik,” jelas Rosady.
Ia menegaskan, Telkomsel berkomitmen untuk menghadirkan layanan komunikasi berkualitas yang juga mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di jalur-jalur strategis.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat, perwakilan PT Telkomsel, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat.(da*)


