![]() |
| Kilang minyak. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok energi nasional aman dan distribusinya berjalan lancar selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H, terutama di wilayah Jawa bagian barat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), dan minyak mentah (crude oil) cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Ketersediaan crude oil, stok BBM, dan LPG semuanya dalam kondisi aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Laode saat melakukan kunjungan kerja ke Kilang Refinery Unit VI Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Jawa Barat, Kamis (12/3).
Dia menambahkan bahwa Pertamina juga telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran. Di wilayah Regional Jawa Bagian Barat, terdapat 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 agen LPG, 206 SPBE, serta dua agen minyak tanah.
Selain itu, Pertamina menyiapkan layanan tambahan selama Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), antara lain posko layanan, motoris pengantar BBM, dan fasilitas istirahat bagi pemudik. Secara rinci, penyediaan layanan meliputi:
427 SPBU beroperasi 24 jam
2.180 agen LPG siaga
18 titik layanan BBM Pertamina Siaga
52 titik motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS)
563 agen PDS Bright Gas
62 mobil tangki siaga di SPBU
11 titik Serambi MyPertamina yang menyediakan tempat istirahat, mini klinik, area bermain anak, dan layanan kendaraan
Berdasarkan proyeksi kebutuhan energi antara 9 Maret hingga 1 April 2026 di Jawa bagian barat, permintaan bensin diperkirakan naik 9,6 persen seiring meningkatnya mobilitas kendaraan pribadi. Sementara itu, permintaan avtur meningkat 0,5 persen dan LPG naik 2,86 persen karena intensitas penggunaan rumah tangga selama Ramadan.
Untuk BBM industri, proyeksinya meningkat 7,9 persen, sedangkan permintaan solar diperkirakan turun 27,3 persen akibat pembatasan operasional kendaraan logistik selama arus mudik dan balik Lebaran.
Kilang Balongan memiliki kapasitas pengolahan 150 ribu barel per hari dengan Nelson Complexity Index (NCI) 11,9, tertinggi di Indonesia. Sekitar 82 persen produk kilang tersebut disalurkan ke Jakarta dan Jawa Barat melalui Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Cikampek, serta Integrated Terminal Jakarta (Plumpang).(da*)


