Notification

×

Iklan

Dua Kapal PIS Keluar dari Zona Konflik Selat Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:00 WIB Last Updated 2026-03-11T22:50:48Z


Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) melaporkan kabar baik terkait armadanya di kawasan Timur Tengah. Dua kapal mereka yang sebelumnya terjebak di area konflik, tepatnya di Selat Hormuz, kini telah berhasil keluar dan berada di zona aman.

Kapal yang dimaksud adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa masih ada dua kapal lain yang berada di kawasan Teluk Arab, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

“Dari empat kapal PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal telah berhasil meninggalkan area konflik, yaitu PIS Rinjani dan PIS Paragon,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026), PIS melaporkan empat kapalnya di wilayah Timur Tengah: Gamsunoro, yang sedang melakukan proses loading di Khor al Zubair, Irak; Pertamina Pride, yang telah menyelesaikan loading dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani, yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab; dan PIS Paragon, yang sedang melakukan discharge di Oman.

Vega menambahkan, kedua kapal yang masih menunggu kondisi aman untuk melintasi Selat Hormuz berada dalam keadaan aman. “Kapal-kapal ini dipantau secara intensif untuk memastikan keselamatan kru dan muatan,” jelasnya.

Secara operasional, Gamsunoro melayani kargo pihak ketiga, sementara Pertamina Pride mengangkut minyak mentah ringan (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Meski ada dua kapal yang tertahan, Vega memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman. Dukungan lebih dari 345 kapal di bawah pengelolaan Pertamina Group memastikan distribusi energi tetap lancar.

Pertamina Group juga bekerja sama dengan pemerintah dan menerapkan metode Regular, Alternative, and Emergency untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi masyarakat. 

Vega menekankan bahwa PIS memantau seluruh armada, kru, dan pekerja secara real-time 24/7, serta berkoordinasi dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat demi keamanan kapal dan muatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update