![]() |
| Kapal Tengker Pertamina Terjebak Di Teluk Persia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan Impor BBM dari Amerika Serikat |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan tertahan di perairan Teluk Persia pada Selasa (3/3/2026).
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, perusahaan memastikan awak kapal dalam kondisi aman dan terus menjalin koordinasi dengan pihak terkait.
Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini diperkirakan mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya mampu mencukupi sekitar 600 ribu barel. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor BBM untuk menutup defisit.
Jika kedua kapal tanker tersebut membawa 2–4 juta barel, jumlah itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 1–2 hari.
Saat ini, stok BBM di dalam negeri rata-rata dapat bertahan 18–23 hari. Namun, menjelang arus mudik, konsumsi diperkirakan meningkat 10–20 persen. Jika ketegangan di Teluk Persia berlanjut, stok BBM bisa tertekan, harga meningkat, dan stabilitas ekonomi terpengaruh.
Seiring kondisi tersebut, harga BBM pada 1 Maret 2026 mengalami beberapa perubahan. Pertalite dan Biosolar masih stabil di angka Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Sementara itu, Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 12.900, Pertamax Turbo dari Rp 13.250 menjadi Rp 13.650, Dexlite dari Rp 13.850 menjadi Rp 14.800, dan Pertamina DEX dari Rp 14.100 menjadi Rp 15.100 per liter.
Menanggapi situasi ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, Indonesia akan mengimpor minyak mentah dan gas dari Amerika Serikat sebagai langkah antisipasi, menyusul ditutupnya jalur Selatan Selat Hormuz yang menghambat distribusi minyak dari wilayah Arab.
“Skenarionya, minyak yang biasa kita ambil dari Timur Tengah akan dialihkan dari Amerika, untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM,” ujar Bahlil.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengimpor BBM dari negara-negara dengan jalur distribusi yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz, termasuk dari kawasan Asia Tenggara.(da*)


