Notification

×

Iklan

BRIN Dorong Inovasi Peternakan untuk Sukseskan MBG

Jumat, 27 Maret 2026 | 23:33 WIB Last Updated 2026-03-27T16:33:00Z

Kepala BRIN Arif Satria.

Jakarta, Rakyatterkini.com– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan bahwa penguatan riset dan inovasi di bidang peternakan menjadi kunci penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria, saat menghadiri pertemuan internasional bertajuk International Strategic Meeting on Scientific Pathways for Sustainable Livestock Industry Transformation yang berlangsung di Kantor BRIN, Jakarta, pada Jumat.

Menurut Arif, upaya ini memiliki peran strategis seiring komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan keberhasilan program MBG. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan kebijakan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, sehingga membutuhkan dukungan inovasi yang nyata di sektor peternakan.

Ia juga menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu. Saat ini, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 21 persen kebutuhan nasional. Melalui pengembangan riset, BRIN menargetkan tingkat kemandirian susu dapat meningkat hingga 96 persen pada tahun 2029, termasuk lewat peningkatan teknologi pembiakan sapi perah.

Untuk mencapai target tersebut, BRIN mendorong kerja sama global sebagai solusi jangka pendek, terutama dalam pertukaran teknologi dan inovasi peternakan dengan pelaku industri dari Eropa dan negara lainnya. Sementara itu, strategi jangka panjang mencakup penguatan ketahanan sektor peternakan terhadap dampak perubahan iklim, termasuk pengurangan emisi gas metana.

Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai Program MBG sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi sekaligus transformasi sektor pangan dan peternakan. Ia menyebut program ini berpotensi meningkatkan permintaan hingga 1,5 juta liter susu dan 47.000 ton daging sapi pada 2029, sehingga menciptakan pasar yang stabil serta menarik bagi para investor.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update