Notification

×

Iklan

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah Dekati Iran

Minggu, 15 Maret 2026 | 21:38 WIB Last Updated 2026-03-15T14:38:00Z

Kapal perang serbu amfibi USS Tripoli dilaporkan mendekati Iran membawa sekitar 2.500-5.000 Marinir 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Amerika Serikat (AS) meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengirim ribuan Marinir dan sejumlah kapal perang, sebagai indikasi semakin dekatnya kemungkinan serangan darat terhadap Iran.

Menurut dua pejabat AS yang berbicara kepada CBS News, pasukan yang dikerahkan berasal dari unit amfibi dan Grup Ekspedisi Marinir. Sumber lain menambahkan, pengerahan ini dipimpin oleh USS Tripoli, kapal serbu amfibi berbasis di Jepang, yang biasanya membawa sekitar 5.000 personel dari berbagai kapal perang.

Laporan terbaru menyebut USS Tripoli membawa sekitar 2.500 Marinir dan sedang bergerak menuju Timur Tengah untuk memperkuat kekuatan militer AS. Saat ini, kapal tersebut melintasi Selat Luzon dalam perjalanan ke Taiwan bersama pasukan dari Grup Ekspedisi Marinir ke-31.

Media pertama yang melaporkan pergerakan pasukan AS ini adalah The Wall Street Journal, yang menyebut permintaan pengerahan diajukan oleh Komando Pusat AS (Centcom) dan disetujui oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Hingga saat ini, baik militer AS maupun Pentagon belum memberikan pernyataan resmi, sesuai kebiasaan mereka yang jarang mengumumkan detail operasi secara publik.

Selain Marinir, AS juga dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan infrastruktur militer Iran di Pulau Kharg, Selat Hormuz. Trump menekankan bahwa Angkatan Laut AS segera akan mulai mengawal kapal-kapal tanker melintasi Selat Hormuz, dan Iran akan menghadapi serangan besar dalam pekan mendatang.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Hegseth menegaskan bahwa militer AS tidak akan menahan diri terhadap Iran. Pentagon mengungkapkan, selama dua pekan pertama konflik sejak 28 Februari, sekitar 6.000 target Iran telah diserang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update