Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan pangan nasional menjelang hingga saat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berada dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil.
Situasi ini dinilai membawa dampak positif bagi seluruh pihak, mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai penyalur, hingga masyarakat sebagai konsumen. Berdasarkan pemantauan di berbagai pasar, baik tradisional maupun modern, harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan dan stok tetap tersedia.
Amran menjelaskan, kestabilan tersebut merupakan hasil sinergi berbagai upaya, seperti peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di lapangan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah ingin menciptakan kondisi yang menguntungkan semua pihak, di mana petani mendapatkan harga panen yang layak, pedagang dapat menjual barang dengan lancar, dan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Untuk komoditas beras, Amran menyebutkan bahwa cadangan nasional berada pada level yang sangat kuat. Stok beras pemerintah yang tersimpan di gudang Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton, sementara peredaran di masyarakat diperkirakan 11–12 juta ton. Selain itu, potensi panen dalam waktu dekat mencapai sekitar 12 juta ton.
Secara keseluruhan, total cadangan beras nasional diperkirakan mencapai 28 juta ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
Produksi beras juga menunjukkan tren peningkatan, terutama karena periode panen raya yang berlangsung pada Maret hingga April 2026 di berbagai daerah. Kondisi ini tidak hanya memperkuat stok, tetapi juga menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil.
Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi yang berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton, Indonesia saat ini berada dalam kondisi surplus beras.
Selain beras, sejumlah komoditas strategis lainnya juga tercatat mengalami surplus hingga April 2026. Ketersediaan beras mencapai 27,5 juta ton dengan kebutuhan 10,3 juta ton, sehingga surplus sekitar 17,2 juta ton.
Untuk cabai rawit, stok mencapai 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton, menghasilkan surplus sekitar 105 ribu ton. Daging ayam juga mencatat surplus sebesar 727 ribu ton dari total ketersediaan 2,07 juta ton dan kebutuhan 1,34 juta ton. Sementara itu, bawang merah memiliki surplus sekitar 57 ribu ton.
Khusus pada Maret, produksi cabai nasional juga menunjukkan kelebihan pasokan, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar sekitar 8.282 ton. Hal ini berdampak pada harga cabai yang mulai stabil bahkan cenderung menurun di pasaran.
Amran menegaskan bahwa kelancaran produksi dan distribusi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah, menurutnya, terus berupaya menjaga keseimbangan agar harga tidak terlalu tinggi yang memberatkan masyarakat, namun juga tidak terlalu rendah sehingga merugikan petani.
Pengawasan pun diperketat melalui kerja sama lintas sektor guna mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga, terutama selama periode Ramadan dan Lebaran.
Ia pun menutup dengan menyampaikan bahwa kondisi pangan yang aman dan harga yang stabil menjadikan perayaan Idulfitri tahun ini sebagai momen yang membahagiakan bagi seluruh masyarakat Indonesia.(da*)


