Notification

×

Iklan

Silaturahmi Ranah-Rantau Matur Hilia 2026, Lomba Marandang Digelar

Selasa, 24 Maret 2026 | 21:33 WIB Last Updated 2026-03-24T14:33:00Z

Lestarikan Tradisi Marandang dan Perkuat Ekonomi Nagari

Matur, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Asisten III Setda, Syatria, menghadiri acara Silaturahmi Akbar Ranah dan Rantau Matur Hilia 2026 yang digelar di Lapangan Hijau Matur, tepat di depan Kantor Camat Matur, pada Senin (23/3). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Basamo Mambangun Kampuang, Maikek Tali Persaudaraan”.

Dalam agenda tersebut, Syatria secara simbolis membuka Lomba Marandang bertajuk “8 Jorong 8 Kuali” dengan menabuh beduk sebagai tanda dimulainya perlombaan.

Selain itu, ia juga mengukuhkan kepengurusan Ikatan Keluarga Matua Hilia (IKAMAHI) melalui prosesi penyerahan bendera organisasi.

Ketua panitia pelaksana, Abdul Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat yang tinggal di kampung halaman dan para perantau. Di sisi lain, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan serta menjaga kelestarian tradisi marandang kepada generasi yang berada di luar daerah.

Ia merinci, terdapat delapan jorong yang berpartisipasi dalam lomba tersebut, yaitu Matur Katik, Aia Sumpu, Batu Baselo, Aia Taganang, Pasar Matur, Banda Gadang, Labuang Lurah Taganang, dan Batu Siriah.

Sementara itu, Syatria menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda dalam mengenal budaya Minangkabau, terutama proses memasak rendang.

Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan bagi para bundo kanduang untuk berbagi pengetahuan dan teknik memasak rendang kepada para perantau yang pulang ke kampung. Dengan cara ini, tradisi tersebut diharapkan tetap terjaga dan diwariskan ke generasi berikutnya, baik di ranah maupun di rantau.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Matur dan Matua Hilia. Kehadiran para perantau dari berbagai daerah dinilai dapat menjadi potensi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.

Syatria berharap lomba marandang ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial serta mengangkat potensi daerah sebagai tempat singgah bagi wisatawan dan perantau.

Ia turut menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara masyarakat kampung dan para perantau. Dengan komunikasi yang baik, para perantau diharapkan dapat turut mempromosikan rendang khas daerah asal mereka sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Di akhir sambutannya, Syatria berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan diselenggarakan dengan lebih meriah di tahun-tahun mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update