Notification

×

Iklan

WFA Pasca-Idul Fitri Dorong Pariwisata Nasional

Senin, 16 Februari 2026 | 00:46 WIB Last Updated 2026-02-15T20:53:26Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, menilai kebijakan “Work From Anywhere” (WFA) sebelum dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026 berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Menurut Siti, kebijakan ini memberikan peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pekerja swasta untuk beraktivitas dari berbagai lokasi, sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha pariwisata.

“Periode WFA sebelum dan sesudah Idul Fitri dapat menjadi momentum untuk menggerakkan ekosistem kepariwisataan,” kata Siti dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.

Ia menekankan pentingnya menyiapkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi wisata, serta memperkuat layanan transportasi lokal. Selain itu, keterlibatan warga lokal dalam pengelolaan fasilitas pendukung, seperti parkir, hotel, dan restoran, juga perlu dioptimalkan.

Fokus pada Pariwisata Berkualitas

Siti menambahkan, pembangunan pariwisata harus menyesuaikan arah baru sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan.

“Targetnya tidak lagi sekadar jumlah kunjungan wisatawan, melainkan bagaimana kunjungan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi sektor terkait,” ujar Siti. Pemerintah kini fokus menghadirkan pariwisata berkualitas agar wisatawan betah lebih lama dan meningkatkan belanja selama berwisata.

Waktu WFA dan Libur Panjang

Kebijakan WFA sendiri akan berlaku pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, sesuai pengumuman Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dengan Idul Fitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, masyarakat diperkirakan bisa menikmati libur panjang pada 18–24 Maret 2026.

Siti meminta pemerintah daerah menyiapkan diri menghadapi lonjakan wisatawan, dengan memastikan pengelola destinasi siap melayani pengunjung. Ia menekankan prinsip pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan, termasuk ketersediaan toilet bersih, tempat sampah, penanda lokasi rawan, fasilitas ramah disabilitas, serta sarana bagi pengunjung dengan anak-anak atau ibu menyusui.

Menurut Siti, fasilitas dasar yang memadai menjadi kunci pengalaman wisata berkualitas sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update