Padang, Rakyatterkini.com – Pendidikan di Kota Padang terus menunjukkan perkembangan yang dinamis. Selain menekankan penguasaan teknologi, penguatan karakter berbasis kearifan lokal juga menjadi fokus utama.
Semangat memadukan modernitas dengan tradisi itu terlihat nyata saat Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meresmikan Kelas Digital di SMP Negeri 32 Padang, yang terletak di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (5/2/2026).
Peresmian ini sekaligus menjadi momen istimewa karena digabung dengan kegiatan "Keminangkabauan", program sekolah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau pada generasi muda sejak dini.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menekankan bahwa hadirnya Kelas Digital merupakan wujud nyata komitmen Pemko Padang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, literasi digital kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar siswa mampu bersaing di tingkat global.
“Kami berharap Kelas Digital ini menjadi media pembelajaran inovatif sekaligus membekali siswa dengan kemampuan literasi digital, tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai budaya Minangkabau,” ujar Maigus Nasir di hadapan guru dan siswa.
Meski menekankan percepatan penguasaan teknologi, Maigus mengingatkan bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat peserta didik terlepas dari akar budayanya. Ia pun memberikan apresiasi kepada SMPN 32 Padang yang berhasil mengintegrasikan teknologi dengan penguatan karakter melalui program Keminangkabauan.
“Kegiatan Keminangkabauan dan Kelas Digital sejalan dengan visi Wali Kota Padang untuk mewujudkan kota yang pintar dan sehat, berlandaskan agama dan budaya, menuju Padang yang maju dan sejahtera,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maigus menekankan bahwa pelestarian budaya di sekolah mampu membentuk karakter siswa sehingga mereka tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak kita harus cerdas digital, tetapi tetap berjiwa Minangkabau. Etika, sopan santun, dan falsafah adat harus menjadi pegangan di tengah arus informasi yang deras,” tegasnya.
Acara ini juga menjadi bukti sinergi positif antara sekolah, pemerintah, dan lembaga adat. Kehadiran Ketua Harian Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Amril Amir Dt. Lelo Basa, menunjukkan dukungan penuh pihak adat terhadap model pendidikan yang diterapkan.
Turut hadir pula Lurah Lubuk Minturun Jhon Kenedy, jajaran pimpinan sekolah, komite, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya yang antusias menyaksikan penampilan bakat siswa dengan nuansa budaya.
Dengan hadirnya fasilitas baru ini, SMPN 32 Padang diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang tidak hanya mahir mengoperasikan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berbudaya.(da*)


