Notification

×

Iklan

Unand Lepas 1.333 Wisudawan dengan Pesan Strategis

Minggu, 15 Februari 2026 | 00:35 WIB Last Updated 2026-02-14T17:35:00Z

Rektor Unand ke Wisudawan: Lulusan Hadapi Tantangan Disinformasi dan Krisis Iklim

Padang, Rakyatterkini.com – Di tengah dinamika global yang kian kompleks dan kompetitif, Rektor Universitas Andalas (Unand), Efa Yonnedi, menekankan bahwa dunia yang akan dihadapi para lulusan bukanlah ruang yang sederhana. 

Pernyataan ini disampaikannya saat Wisuda Februari 2026 yang digelar di Auditorium Unand, Kampus Limau Manis, Sabtu (14/2/2026).

Dalam pidatonya, Efa melukiskan para wisudawan sebagai pelaut yang hendak menavigasi “samudera luas”—dunia nyata yang kini dipenuhi konfrontasi geoekonomi, di mana perdagangan, teknologi, dan inovasi menjadi alat strategis antarnegara.

Ia menyoroti dua tantangan besar yang menanti para lulusan. Pertama, maraknya misinformasi dan disinformasi. Dengan dukungan kecerdasan buatan, konten palsu dan teknologi deep fake semakin sulit dibedakan dari fakta. 

Bahkan, risiko disinformasi menempati posisi kedua dalam laporan Global Risks 2026 versi World Economic Forum. Efa memperingatkan, fenomena ini dapat merusak kepercayaan publik dan memecah kohesi sosial jika tidak dihadapi dengan sikap kritis dan cermat.

Tantangan kedua adalah krisis lingkungan yang semakin nyata. Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan. Dalam satu dekade mendatang, kerusakan sistem bumi diprediksi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup manusia. Catatan tahun-tahun terakhir sebagai periode terpanas secara global menegaskan urgensi transisi menuju pembangunan yang hijau dan berkelanjutan.

“Wisuda bukan sekadar seremoni. Ini adalah tonggak perjalanan panjang, hasil kerja keras mahasiswa, serta dukungan moral dan materi dari orangtua dan keluarga,” ujar Efa, seraya memberi apresiasi kepada para orangtua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Unand.

Rektor Unand juga menitipkan tiga pesan penting bagi para lulusan. Pertama, menjadikan kemampuan berpikir kritis dan analitis sebagai kompas dalam memilah kebenaran. Kedua, menguasai meta learning, kemampuan untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ketiga, menumbuhkan “hati hijau”, yakni komitmen pada pertumbuhan inklusif sambil menjaga keberlanjutan bumi.

Sebanyak 1.333 wisudawan dari jenjang diploma, sarjana, magister, doktor, dan pendidikan profesi dilepas pada wisuda kali ini. Dengan bekal nilai, kompetensi, dan pesan strategis tersebut, para lulusan diharapkan menjadi generasi tangguh yang adaptif terhadap perubahan serta aktif membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update