Notification

×

Iklan

PU Percepat Perbaikan Jalan dan Jembatan Terdampak Bencana di Sumatera

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:33 WIB Last Updated 2026-02-26T06:33:00Z

Pengerjaan jalan di kawasan Lembah Anai masih terus berlangsung. 

Padang, Rakyatterkini.com – Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu dampak paling serius akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir tahun lalu. 

Hingga saat ini, proses pemulihan masih terus dilakukan melalui berbagai pekerjaan perbaikan di lapangan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan bahwa percepatan rehabilitasi infrastruktur terdampak terus dilakukan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatera Utara (Sumut). Langkah ini diambil guna memastikan akses masyarakat tetap terjaga serta distribusi logistik dan aktivitas perekonomian tidak terganggu.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keberlanjutan konektivitas menjadi fokus utama pemerintah saat terjadi bencana. Menurutnya, jalan dan jembatan memiliki peran vital dalam menunjang pergerakan warga maupun penyaluran bantuan.

Ia menyebutkan bahwa akses transportasi merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam situasi darurat, memastikan jalur tetap dapat dilalui sangat penting agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, serta distribusi logistik tidak terhambat.

Berdasarkan laporan terbaru per 22 Februari 2026, penanganan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 99 ruas jalan nasional yang terdampak kini telah kembali berfungsi berkat penanganan darurat dan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik rawan.

Di Sumatera Barat, seluruh 31 ruas jalan nasional yang terdampak telah dapat dilalui kembali. Untuk penanganan permanen, pekerjaan tengah dipersiapkan di kawasan Lembah Anai sepanjang kurang lebih 850 meter. Proyek tersebut meliputi pemasangan bore pile, pembangunan dinding penahan tanah, serta penguatan lereng dengan target rampung pada 31 Juli 2026.

Adapun untuk jalan daerah di Sumbar, dari total 177 titik kerusakan, sebanyak 149 titik telah dinyatakan fungsional, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan.

Di Provinsi Aceh, 38 ruas jalan nasional sudah kembali beroperasi normal, meski dua ruas lainnya masih menggunakan jalur alternatif akibat kerusakan jembatan. Dari 1.637 ruas jalan daerah yang terdampak, 1.194 ruas telah pulih sepenuhnya, 327 ruas berfungsi secara terbatas, dan 116 ruas masih dalam tahap penanganan lanjutan.

Untuk infrastruktur jembatan nasional, sebanyak 17 unit telah difungsikan kembali melalui langkah darurat seperti pemasangan jembatan Bailey, penimbunan oprit, pembangunan box culvert, hingga pemanfaatan jalur alternatif.

Sementara itu di Sumatera Utara, 29 dari 30 ruas jalan nasional sudah dapat digunakan secara normal, sedangkan satu ruas lainnya masih berstatus fungsional terbatas. Jalur Sibolga–Batangtoru kini kembali tersambung setelah dipasang jembatan Bailey dengan sistem buka-tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Dari total 616 ruas jalan daerah yang terdampak di Sumut, sebanyak 607 ruas telah kembali berfungsi dan sembilan ruas lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Kementerian PU menegaskan bahwa selain langkah tanggap darurat, upaya perbaikan permanen terus dipersiapkan guna meningkatkan ketahanan infrastruktur menghadapi potensi bencana di masa depan. Koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian titik-titik kritis sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update