Notification

×

Iklan

Pemko Padang Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Minggu, 15 Februari 2026 | 10:18 WIB Last Updated 2026-02-15T03:18:00Z

Foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk membangun tidak hanya infrastruktur, tetapi juga kualitas spiritual warganya. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam membentuk generasi muda berkarakter islami.

Hal tersebut menjadi sorotan utama saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) LPTQ Tingkat Kota Padang di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Sabtu (14/2/2026).

Raker ini menjadi momen penting karena dihadiri tokoh-tokoh nasional, termasuk Ketua Umum IPQAH Pusat Prof. Said Agil Husin Al Munawar dan pengurus LPTQ Nasional Yusnar Yunt Rangkuti, yang diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam metode pembinaan tilawah di Kota Padang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Fadly Amran menekankan bahwa pembinaan keagamaan merupakan investasi sumber daya manusia yang paling esensial. Ia menegaskan bahwa LPTQ tidak hanya berperan saat perlombaan berlangsung, tetapi harus memiliki sistem pembinaan yang berkelanjutan.

"Pembinaan generasi muda untuk mempelajari dan memahami Al-Qur'an harus dilakukan secara terarah. Kita perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar lahir generasi qurani yang unggul, tidak hanya dalam bacaan tapi juga pengamalan," ujar Fadly Amran di hadapan peserta Raker.

Wali Kota juga berharap forum ini dapat menghasilkan program-program inovatif dengan peta jalan yang jelas, sehingga visi Padang sebagai kota pendidikan religius bisa terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui Raker ini, Pemko Padang berharap tercipta program strategis yang lebih efektif dan terarah. Kita membutuhkan aksi nyata untuk memperkuat ekosistem masyarakat religius di kota ini," tegasnya.

Senada, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyoroti perlunya perbaikan dalam teknis pembinaan. Ia mendorong penerapan pola "bottom-up", yakni pembinaan dari tingkat paling dasar masyarakat.

Menurut Maigus, mencetak qari dan qariah berkualitas membutuhkan proses panjang. Pembinaan harus menyentuh basis masyarakat sejak usia dini.

"Pembinaan Al-Qur'an perlu dilakukan secara sistematis dan berjenjang, mulai dari tingkat RT dan RW, naik ke kecamatan, hingga kota. Dengan pendekatan ini, bibit-bibit unggul dapat terjaring dan dikembangkan dengan baik," kata Maigus.

Raker LPTQ Kota Padang tahun ini menitikberatkan pada strategi pembinaan qari dan qariah secara bertahap. Program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur’an, menyiapkan generasi muda yang unggul tidak hanya dalam lomba tilawah, tetapi juga dalam pemahaman Al-Qur’an secara mendalam.

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus LPTQ Kota Padang, seluruh Camat se-Kota Padang, serta unsur pembina dan penggerak kegiatan keagamaan di Sumatera Barat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update