Padang, Rakyatterkini.com – Program pembinaan remaja di Kota Padang menorehkan sejarah baru. Menandai satu dekade keberadaan Generasi Berencana (GenRe), Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkenalkan wajah baru yang akan menjadi inspirator bagi generasi muda di Ranah Minang.
Pada malam puncak apresiasi yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Sabtu (14/2/2026), Fathir Lathief dari SMAN 6 Padang dan Nikita Arhima Putri dari SMAN 2 Padang resmi dinobatkan sebagai The Winner Duta GenRe Kota Padang 2026.
Suasana haru dan bangga menyelimuti gedung saat Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyematkan selempang kepada kedua pemenang. Dalam sambutannya, Fadly menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan, tetapi amanah besar untuk membimbing generasi muda.
“Duta GenRe harus menjadi motivator dan panutan yang berkarakter serta berintegritas. Mereka diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga kekerasan seksual,” tegas Fadly di hadapan para finalis.
Fadly menambahkan bahwa peran Duta GenRe sangat strategis, terutama menyongsong bonus demografi. Ia berharap para duta terpilih dapat mengedukasi teman sebayanya mengenai pentingnya merencanakan hidup, mulai dari pendidikan hingga kesiapan berkeluarga.
“Peran ini bukan sekadar simbolik. Kalian adalah agen perubahan. Selamat kepada Fathir dan Nikita. Semoga mampu mengharumkan nama Kota Padang hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujar Fadly, didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Raju Minropa.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Imelda Novalin, menuturkan makna khusus dari penyelenggaraan tahun ini.
Dengan tema “1 Dekade GenRe Kota Padang: Kolaborasi 10 Tahun Membangun Mimpi”, acara ini menjadi refleksi dari upaya berkesinambungan pemerintah dalam mendewasakan usia perkawinan remaja.
“Tema ini mencerminkan perjalanan satu dekade Program GenRe dalam menyiapkan remaja untuk merencanakan kehidupan berkeluarga. GenRe bukan sekadar kompetisi, tetapi wujud komitmen bersama membentuk generasi yang matang merencanakan masa depan,” ujar Imelda.
Kualitas para juara tahun ini terbukti unggul. Imelda menjelaskan, Fathir dan Nikita berhasil menyingkirkan ratusan pesaing tangguh. Kompetisi awalnya diikuti 200 peserta dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sekolah maupun jalur masyarakat.
“Dari 200 peserta, tersaring 40 finalis terbaik atau 20 pasang yang mengikuti pembekalan intensif dan masa karantina. Proses seleksi sangat ketat, mulai dari workshop hingga wawancara mendalam,” jelas Imelda.
Selama masa karantina, finalis diberikan pelatihan dari berbagai ahli, termasuk psikolog, pakar komunikasi publik, TNI, hingga BKKBN, untuk memastikan mereka siap menjadi duta kompeten.
Kini, tantangan besar menanti Fathir dan Nikita: membawa nama Kota Padang bersaing di ajang Duta GenRe tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026.(da*)


