![]() |
| Iran telah memasukkan Khorramshahr-4 ke dalam jajaran arsenalnya di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan sekutu. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Iran dilaporkan mulai mengoperasikan rudal balistik generasi terbaru di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah. Sistem senjata yang dimaksud adalah Khorramshahr-4, juga dikenal dengan nama Kheibar, yang kini ditempatkan di fasilitas bawah tanah milik Korps Garda Revolusi Islam.
Khorramshahr-4 merupakan pengembangan paling mutakhir dari lini rudal Khorramshahr yang menjadi bagian penting program balistik strategis Iran. Kategori rudal ini termasuk jarak menengah dengan peningkatan kemampuan signifikan dibanding varian sebelumnya. Senjata tersebut pertama kali diperkenalkan kepada publik pada Mei 2023 sebagai bagian dari upaya modernisasi pertahanan, sebelum akhirnya diumumkan siap digunakan secara operasional pada awal 2026 dan ditempatkan di jaringan pangkalan bawah tanah yang kerap dijuluki “kota rudal”.
Dari sisi teknis, rudal ini diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 2.000 kilometer, cukup untuk menjangkau berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk Israel serta instalasi militer AS di wilayah Teluk. Kapasitas hulu ledaknya disebut berada pada kisaran 1.500 hingga 1.800 kilogram, menjadikannya salah satu muatan terbesar dalam arsenal balistik Iran. Sistem pendorong berbahan bakar cair yang digunakan telah mengalami penyempurnaan guna mempercepat kesiapan peluncuran, sementara kecepatan terbangnya diperkirakan mencapai hipersonik di luar atmosfer dan tetap sangat tinggi saat memasuki kembali lapisan udara. Peningkatan sistem panduan juga diklaim memberikan tingkat akurasi yang lebih baik.
Masuknya Khorramshahr-4 ke status operasional memperluas kemampuan tekanan strategis Teheran terhadap lawan-lawannya. Jangkauan serta daya hancur yang dimiliki memungkinkan cakupan sasaran di hampir seluruh kawasan Teluk hingga pangkalan militer asing lain di sekitarnya. Penempatan di fasilitas bawah tanah sekaligus memperkuat strategi bertahan Iran karena memperkecil kemungkinan rudal dihancurkan melalui serangan awal serta menjaga kemampuan balasan apabila konflik besar terjadi.
Pengoperasian sistem ini berlangsung di tengah hubungan yang terus memanas antara Teheran dan Washington, baik dalam ranah militer maupun diplomatik. Bagi Iran, pengembangan rudal diposisikan sebagai bagian dari doktrin pertahanan dan pencegahan konflik guna menjaga kedaulatan negara dari tekanan eksternal. Karena itu, kehadiran Khorramshahr-4 dipandang bukan hanya sebagai peningkatan kemampuan militer, tetapi juga sinyal politik mengenai tekad Iran mempertahankan pengaruhnya di kawasan.(da*)


