Notification

×

Iklan

DPR Apresiasi Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:42 WIB Last Updated 2026-02-21T17:42:00Z

DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemendikdasmen

Jakarta, Rakyatterkini.com – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memulihkan layanan pendidikan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra bersama pimpinan DPR RI, Rabu (18/2/2026).

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan dukungan DPR terhadap alokasi dana tanggap darurat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, serta sarana pendidikan.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong agar program revitalisasi satuan pendidikan dijalankan secara menyeluruh. “Revitalisasi tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga meliputi perangkat sekolah, peralatan pendukung, dan bantuan bagi seluruh warga satuan pendidikan,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa hingga 15 Februari 2026, Kemendikdasmen telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi untuk 746 sekolah terdampak dengan total anggaran lebih dari Rp866,5 miliar. Sebanyak Rp231,7 miliar telah dicairkan, sedangkan sisanya sedang dalam proses penyaluran.

Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen menyalurkan bantuan khusus bagi 36.074 guru dan tenaga kependidikan terdampak, dengan total anggaran lebih dari Rp220,5 miliar. Setiap penerima menerima bantuan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan. “Kami juga menyalurkan Aneka Tunjangan Guru tanpa membatasi beban mengajar, dengan total anggaran Rp508,9 miliar,” kata Menteri Mu’ti.

Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) diberikan kepada 29 ribu sekolah di wilayah terdampak, dengan total dana Rp1,98 triliun, dilengkapi fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan sekolah.

Pada minggu ketiga dan keempat Februari 2026, Kemendikdasmen akan melanjutkan PKS revitalisasi untuk 1.204 sekolah tambahan. Selain itu, proses verifikasi dan pembukaan rekening tengah berlangsung untuk 13 ribu guru penerima Tunjangan Kinerja Guru (TKG) senilai Rp83,3 miliar. Pemerintah juga mengusulkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) sebesar Rp2,4 triliun untuk mempercepat pemulihan menyeluruh.

Upaya lainnya meliputi distribusi 33 ribu paket school kit, 168 tenda darurat, 160 ruang kelas sementara, 197.670 buku pembelajaran, dukungan psikososial bagi 740 sekolah, serta Dana Operasional Pendidikan Darurat untuk 1.569 sekolah. Bantuan peralatan TIK, laboratorium, sarana olahraga, alat kebersihan, hingga Alat Permainan Edukatif (APE) juga telah diberikan untuk mendukung pembelajaran adaptif.

“Kegiatan belajar di tiga provinsi terdampak telah berjalan 100 persen, meskipun belum sepenuhnya ideal,” ujar Menteri Mu’ti. “Kami optimistis revitalisasi dan bantuan yang diberikan akan mempercepat pemulihan layanan pendidikan.”

Langkah terpadu pemerintah dan DPR RI menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana merupakan prioritas strategis. Setiap anak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara berhak memperoleh layanan belajar yang aman, layak, dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update