Jakarta, Rakyatterkini.com – Kurma menjadi salah satu hidangan yang lekat dengan bulan Ramadan. Bukan hanya sebagai santapan berbuka atau sahur, buah ini juga memiliki nilai sunnah karena kerap dikonsumsi oleh Nabi Muhammad dengan cara dan adab tertentu.
Selain rasanya manis alami, kurma dikenal kaya nutrisi dan dipercaya membawa keberkahan bagi yang memakannya. Dalam berbagai riwayat, terdapat sejumlah kebiasaan Rasulullah SAW saat menikmati kurma yang bisa dijadikan teladan.
Berikut beberapa di antaranya:
1. Memilih Kurma Ajwa
Salah satu jenis kurma yang disebut sebagai favorit Rasulullah SAW adalah kurma ajwa yang banyak tumbuh di Madinah. Buah ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis khas dengan sentuhan karamel.
Kurma ajwa juga dikenal kaya kandungan gizi seperti vitamin A, B6, C, E, dan K. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari diyakini memberi perlindungan dari racun dan sihir.
2. Mengonsumsinya dalam Jumlah Ganjil
Rasulullah SAW menganjurkan makan kurma dalam hitungan ganjil, seperti satu, tiga, atau tujuh butir. Anjuran ini tertuang dalam hadis shahih.
Selain bernilai sunnah, sebagian kajian kesehatan menyebut jumlah ganjil dapat membantu tubuh memperoleh energi lebih optimal dibandingkan jumlah genap, karena respons metabolisme yang berbeda terhadap kandungan gula alaminya.
3. Adab Saat Memakan Kurma
Dalam praktiknya, Rasulullah SAW juga memperhatikan kebersihan ketika makan kurma. Cara yang dicontohkan adalah memegang buah dengan tangan, lalu saat memisahkan biji, beliau menempatkannya di punggung jari telunjuk dan jari tengah.
Metode sederhana ini dinilai menjaga kebersihan tangan agar tidak terkena sisa air liur secara langsung, sehingga tetap higienis saat makan bersama.
4. Mengombinasikan dengan Timun
Terdapat riwayat yang menyebut Rasulullah SAW pernah mengonsumsi kurma bersama timun. Kebiasaan ini dipercaya membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Aisyah RA mengonsumsi timun dan kurma basah sebelum menikah agar tubuhnya lebih sehat dan berisi.
5. Diolah Menjadi Air Nabeez
Pada masa Rasulullah SAW, kurma juga direndam dalam air dan diminum keesokan harinya. Minuman ini dikenal dengan sebutan air nabeez, yang kini mirip konsep infused water.
Cara membuatnya cukup dengan merendam beberapa butir kurma dalam air semalaman. Air rendaman tersebut dipercaya bermanfaat bagi pencernaan dan membantu menjaga kesehatan lambung.
Beragam kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kurma bukan sekadar tradisi Ramadan, tetapi juga bagian dari sunnah yang sarat nilai kesehatan dan kebersihan.(BY)


