Notification

×

Iklan

Akses Air Bersih Warga Geudumbak Pulih Pasca Banjir

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:16 WIB Last Updated 2026-02-05T09:16:00Z

Penyerahan bantuan untuk korban bencana banjir di Aceh Utara secara simbolis

Padang, Rakyatterkini.com – Warga Desa Geudumbak, Kabupaten Aceh Utara, kini bisa tersenyum lega setelah kesulitan akses air bersih pasca-banjir bandang akhir tahun lalu akhirnya teratasi. 

Harapan baru muncul berkat peresmian fasilitas sumur bor yang diinisiasi oleh merek perawatan mulut internasional, METOO, bekerja sama dengan Rumah Zakat, pada Kamis (29/1/2026).

Banjir besar yang melanda wilayah ini pada November 2025 lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Menyikapi kondisi itu, METOO bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan infrastruktur sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan.

Brand Director METOO Beauty International, Aiko Angelique, menekankan pentingnya fasilitas ini bagi warga setempat. Menurutnya, air bersih menjadi fondasi utama untuk memulihkan kehidupan masyarakat pasca-bencana.

“Program sumur bor ini sangat dibutuhkan, karena air adalah kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas ini akan membantu warga dalam memasak, mandi, dan memenuhi kebutuhan harian lainnya,” jelas Aiko dalam siaran pers, Kamis (5/2/2026).

Selain pembangunan sumur bor, METOO juga menyalurkan ratusan paket sembako untuk meringankan beban ekonomi warga terdampak.

“Tidak hanya membangun sumur bor, kami juga membagikan paket sembako kepada warga,” tambahnya.

Peresmian fasilitas air bersih ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Bupati Aceh Utara yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M. Nasir, menyatakan terima kasih atas sinergi antara pihak swasta dan lembaga filantropi dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana.

“Banjir besar yang melanda Aceh, termasuk Kecamatan Langkahan, berdampak signifikan pada rumah, fasilitas umum, dan perekonomian masyarakat. Kami berterima kasih kepada PT METOO Beauty International dan Rumah Zakat yang hadir membangun sumur bor sebagai sumber air bersih bagi warga,” ujar M. Nasir.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam pemulihan bencana.

“Kami membutuhkan percepatan bantuan melalui sinergi berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Geudumbak, Saipul Bahri, yang mewakili warga menyampaikan rasa syukur karena kini akses air bersih lebih mudah.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya sumur bor dari METOO. Kini kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih pasca-banjir. Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dijaga bersama,” kata Saipul.

Program sosial ini tidak berhenti pada peresmian sumur bor. Tim METOO juga mengunjungi SD Negeri 01 Langkahan untuk memberikan trauma healing sekaligus edukasi kesehatan. Kegiatan ini melibatkan Agatha Chelsea, entertainer sekaligus pendiri platform pendidikan NewronEdu.

Di hadapan ratusan siswa, Agatha memimpin sesi edukasi interaktif tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Anak-anak terlihat antusias saat mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar.

“Saya senang bisa mendukung kegiatan METOO menyediakan air bersih untuk warga Desa Geudumbak. Selain itu, berbagi kebahagiaan dan edukasi dengan anak-anak di sekolah ini juga sangat berkesan,” ujar Agatha.

Para siswa juga menerima bingkisan berisi perlengkapan sikat gigi dan pasta gigi METOO. Menurut tim METOO, edukasi kesehatan mulut penting karena sering terabaikan di situasi darurat.

“Kami juga menyosialisasikan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, selain membangun sumur bor dan membagikan sembako kepada warga,” tambah Agatha.

Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh, Riadhi, menekankan bahwa pendampingan bagi korban bencana belum berakhir. Ia menyebut kebutuhan jangka menengah dan panjang, seperti hunian sementara (Huntara), masih mendesak, terutama menjelang Ramadan.

“Dukungan masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah dan panjang para penyintas. Mari kita tidak lupakan saudara-saudara kita di pengungsian, kebutuhan mereka masih nyata, sementara Ramadan sudah hampir tiba,” pungkas Riadhi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update