Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp219 miliar pada 2026. Untuk mencapai target ini, Pemkab Agam memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong percepatan digitalisasi sistem penerimaan daerah.
Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, menyatakan bahwa target tersebut realistis, namun menuntut kerja keras dan sinergi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Target ini realistis, tapi membutuhkan kolaborasi semua OPD agar bisa terealisasi secara optimal,” ujarnya di Lubuk Basung, Senin.
Berdasarkan laporan sementara, realisasi PAD Kabupaten Agam hingga Januari 2026 telah mencapai 6,77 persen, melampaui target awal 5 persen. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh sektor pajak dan retribusi daerah.
Capaian awal ini menjadi indikasi positif untuk memulai tahun anggaran 2026, mengingat pada 2025 realisasi PAD mencapai Rp202,7 miliar atau 98,84 persen dari target Rp205,07 miliar.
“Keberhasilan tahun lalu menjadi modal penting untuk memperkuat optimisme pencapaian PAD tahun ini,” ujar Lutfi.
Meski demikian, Pemkab Agam masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain:
Pendataan objek pajak yang belum optimal
Keterlambatan pelaporan dari wajib pajak
Sistem pembayaran yang belum sepenuhnya terdigitalisasi
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Agam mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan aplikasi Lapak Agam, Smartgov, dan sistem Online Transaction Monitoring (OTM). Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi data penerimaan.
Selain itu, koordinasi lintas sektor diperkuat, baik antar OPD maupun dengan pihak ketiga, seperti Bank Nagari, Telkomsel, dan PT Cartenz. Pemkab Agam juga meningkatkan pengawasan lapangan dan memberikan pendampingan kepada wajib pajak, termasuk penerapan alat pemantau transaksi atau tapping box secara bertahap.
“Seluruh proses pengelolaan penerimaan daerah harus menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas,” tegas Lutfi.
Dengan capaian awal yang positif, dukungan digitalisasi, dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkab Agam optimistis target PAD Rp219 miliar pada 2026 dapat tercapai. Upaya ini sekaligus menjadi strategi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Agam.(da*)


