Notification

×

Iklan

11 Daerah Siap Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:33 WIB Last Updated 2026-02-25T22:00:11Z

Foto bersama

Padang, Rakyatterkini.com – Sebanyak 11 kabupaten/kota di Sumatera Barat resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga (cabor) dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI yang dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober 2026. Sementara itu, Kota Padang memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama.

Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Porprov XVI yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat bersama KONI kabupaten/kota se-Sumbar, bertempat di Ruang Singgalang 4–5 Lantai 4 UNP Hotel & Convention Center, Selasa (24/2/2026).

Rakor dipimpin Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dengan didampingi Ketua Steering Committee (SC) Prof. Syahrial Bakhtiar, Ketua Organizing Committee (OC) Dr. Septri, serta Wakil Ketua Umum Digitalisasi KONI Sumbar, Dola Indra. Acara dihadiri perwakilan KONI kabupaten/kota dan Tim Persiapan Porprov XVI 2026.

Dalam pertemuan ini, seluruh peserta sepakat bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar sesuai jadwal pada Oktober 2026, sejalan dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat dan hasil Rapat Terbatas Kepala Daerah se-Sumbar sebelumnya.

Rakor juga menegaskan komitmen kesiapan tuan rumah bersama, dukungan anggaran melalui APBD maupun sumber non-APBD, serta penerapan sistem Satu Data Atlet berbasis aplikasi yang disiapkan KONI Sumbar sebagai basis pendataan resmi.

Sebanyak 11 daerah yang siap menjadi tuan rumah cabor adalah: Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar.

Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi yang paling serius mencalonkan diri. Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai, Ali Nurdin, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen penuh. 

“Hingga saat ini, Bupati Kepulauan Mentawai belum mundur selangkah pun sebagai tuan rumah bersama Porprov XVI,” ujarnya. Dukungan penuh dari kepala daerah dan DPRD setempat disertai alokasi anggaran sekitar Rp7,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Mentawai juga siap menanggung biaya transportasi kontingen dari Padang, meski sarana transportasi lokal masih terbatas.

Berbeda dengan daerah lain, KONI Kota Padang memutuskan mundur dari skema tuan rumah bersama. Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Putra Junaidi Nst, menjelaskan keputusan tersebut sesuai keinginan Wali Kota Padang untuk menjadi tuan rumah penuh di kesempatan berikutnya. “Pak Wali Kota ingin menjadi tuan rumah tunggal pada Porprov XVII 2028, bukan sekarang,” jelasnya. Meski demikian, Kota Padang tetap mendukung penuh pelaksanaan Porprov XVI dan bertekad mempertahankan status juara umum.

Sejumlah daerah lain memaparkan kesiapan masing-masing. Kota Sawahlunto mengusulkan 10 cabor, dengan catatan potensi kendala penginapan panitia, wasit, dan juri. Kabupaten Pesisir Selatan baru siap untuk cabor takraw dan silat dari 10 yang direncanakan. 

Kabupaten Solok siap menggelar sekitar empat cabor menunggu penandatanganan resmi bupati. Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan panjat tebing, bola voli, woodball, dan kemungkinan tarung derajat. Kabupaten Pasaman Barat siap menggelar cabor IMI dengan fasilitas penginapan gratis bagi atlet.

Kota Bukittinggi menyiapkan alokasi Rp7 miliar di APBD-P untuk tinju, wushu, karate, dan tenis meja. Kota Pariaman mengusulkan sepatu roda, tenis lapangan, dan teqball. Kota Padang Panjang masih menunggu kepastian anggaran namun berminat menjadi tuan rumah hapkido dan tarung derajat. 

Kabupaten Tanah Datar berharap prosesi pengambilan api Porprov dapat dilaksanakan di Pariangan sebagai penguatan nilai historis Luhak Nan Tuo.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menekankan bahwa rakor ini bertujuan memastikan kesiapan setiap daerah, terutama terkait dukungan anggaran. Hasil rakor akan disinkronkan dengan Pengprov cabor sebelum diputuskan final dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) awal Maret 2026.

Ketua OC, Dr. Septri, menegaskan kepastian tuan rumah sangat menentukan tahapan teknis berikutnya. Ketua SC, Prof. Syahrial Bakhtiar, mengingatkan agar daerah tidak menunda persiapan atlet dan segera menggelar pemusatan latihan dengan keterlibatan kepala daerah secara resmi. Ia menekankan bahwa setelah delapan tahun vakum, Porprov XVI menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat.

Rakor menutup dengan kesepakatan bersama mengenai komitmen tuan rumah, pengawalan anggaran, dan percepatan tahapan teknis sebagai fondasi sukses Porprov XVI Sumatera Barat 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update