Padang, Rakyatterkini.com – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menilai kondisi penanganan bencana di Sumatera Barat (Sumbar) relatif lebih terkendali dibandingkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
“Kalau saya lihat peta kondisi Sumbar, saya tidak ingin meremehkan bencana di sini, tapi dibandingkan dua provinsi lain, situasinya masih relatif terkendali,” ujar Tito Karnavian saat berada di Kota Padang, Selasa (13/1).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Tito memimpin rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan penanganan bencana bersama Kepala BNPB, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumbar.
Hasil pemantauan melalui Zoom meeting dengan gubernur provinsi terdampak menunjukkan hampir seluruh dari 16 kabupaten/kota di Sumbar masuk kategori hijau, menandakan kondisi relatif aman. Tito menyoroti Kabupaten Tanah Datar, di mana beberapa desa, termasuk Malalo, masih memerlukan penanganan khusus.
Mendagri menambahkan, sebagian besar layanan pemerintahan di Sumbar berjalan lancar. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sudah beroperasi kembali, meski sejumlah puskesmas di Pasaman, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Agam masih terdampak banjir. Beberapa klinik di Kota Padang juga belum beroperasi sepenuhnya.
Sebagai perbandingan, di Aceh Besar, dampak banjir bandang dan material lumpur masih menyebabkan penutupan kantor pemerintahan dan terganggunya layanan publik.
Tito menegaskan, percepatan rehabilitasi dan koordinasi lintas lembaga akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh layanan publik di Sumbar segera kembali normal.(da*)


