Notification

×

Iklan

Sepablock Dorong Pembangunan Hunian Pasca Bencana

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45 WIB Last Updated 2026-01-23T11:45:00Z

Kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke pabrik Sepablock PT Semen Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Produk inovatif Sepablock (Semen Padang Bata Interlock) semakin menegaskan posisinya sebagai solusi konstruksi modern di Indonesia, terutama untuk percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana. 

Ini terlihat saat Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke pabrik Sepablock milik PT Semen Padang pada Kamis (22/1/2026).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menilai Sepablock memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan material konvensional, baik dari segi kecepatan pembangunan, daya tahan, maupun efisiensi biaya. 

Menurutnya, inovasi ini sangat relevan untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak bencana.

“Hari ini kami meninjau pabrik Sepablock sebagai bagian dari rencana pembangunan hunian tetap. Produk ini dari Semen Indonesia Group akan berkontribusi pada pembangunan rumah huntap di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Andre Rosiade.

Rombongan Komisi VI DPR RI turut diikuti oleh anggota dewan Gani Toto (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Tengah I), K.H. Ahmad Labib (Fraksi Golkar, Dapil Jawa Timur X), Nurwayah (Fraksi Demokrat, Dapil Jakarta III), Kawendra Lukistian (Fraksi Gerindra, Dapil Jawa Timur IV), Iskandar (Fraksi PAN, Dapil Sumatera Selatan II), Nevi Zuairina (Fraksi PKS, Dapil Sumbar II), serta Syarifah Suraidah (Fraksi Golkar, Dapil Kalimantan Timur).

Andre mengungkapkan, menurut laporan manajemen Semen Indonesia Group (SIG), PT Semen Padang telah menandatangani kontrak kerja sama pembangunan 4.800 unit rumah huntap di Sumatera Barat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. 

Ia juga mendorong agar produk ini bisa bersaing di pasar Sumatera Utara dan Aceh dengan harga yang kompetitif.

“Kami berharap Sepablock juga bisa diterapkan di Sumut dan Aceh. Saat ini sedang dikaji agar harganya jelas dan bersaing. 

Keunggulannya, pembangunan rumah dapat selesai hanya dalam dua minggu, tahan gempa dan tahan api, serta harganya relatif terjangkau. Hal ini tentunya sangat membantu pemerintah dan masyarakat,” tegas Andre.

Untuk tipe rumah 36, biaya pembangunan dengan Sepablock diperkirakan sekitar Rp150 juta hingga Rp160 juta per unit. Dengan waktu pembangunan hanya dua hingga tiga minggu, masyarakat terdampak bencana bisa segera menempati hunian tetap, sehingga proses pemulihan sosial dan ekonomi berjalan lebih cepat.

Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menjelaskan bahwa Sepablock merupakan inovasi perusahaan yang dikembangkan sejak 2010. Produk ini dirancang tahan api dan tahan air, sehingga sangat cocok digunakan untuk pembangunan pascabencana, termasuk di wilayah rawan banjir dan gempa.

“Sepablock kami kembangkan sejak 2010, awalnya untuk kondisi darurat seperti pandemi Covid-19. Keunggulannya tahan api, tahan air, dan sangat relevan untuk pembangunan pascabencana,” ujar Pri Gustari.

Saat ini, kapasitas produksi Sepablock mencapai 100–110 unit per bulan atau sekitar 1.300 unit per tahun. Kunjungan Komisi VI DPR RI ke fasilitas produksi menjadi dorongan moral bagi manajemen dan karyawan untuk terus mengembangkan produk ini.

“Dengan kunjungan Komisi VI DPR RI, kami semakin termotivasi untuk memperluas pemanfaatan Sepablock,” kata Pri Gustari.

Meski demikian, Pri Gustari menyebut pemasaran Sepablock masih terbatas pada pasar domestik. Selain itu, pembangunan rumah dengan sistem bata interlock memerlukan tenaga tukang terlatih agar pemasangan sesuai standar dan kualitas tetap terjaga.

Dengan keunggulan efisiensi waktu, ketahanan terhadap gempa dan api, harga yang kompetitif, serta dukungan pemerintah dan DPR RI, Sepablock dinilai memiliki potensi besar menjadi solusi konstruksi masa depan yang mempercepat penyediaan hunian layak dan aman bagi masyarakat Indonesia. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update