Notification

×

Iklan

SD Bustanul Ulum Dapat Fasilitas Belajar Aman dan Ber-AC

Senin, 12 Januari 2026 | 16:30 WIB Last Updated 2026-01-12T09:30:00Z

Suasana proses belajar mengajar siswa SD Bustanul Ulum

Padang, Rakyatterkini.com – Lorong-lorong Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PT Semen Padang, yang biasanya hening dan penuh keseriusan, berubah menjadi riuh rendah. Derap sepatu pantofel peserta pelatihan digantikan langkah-langkah kecil anak-anak yang berlarian, diselingi tawa ceria dan ejaan kata-kata dari siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang.

Ratusan anak penyintas banjir bandang di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, tampak berusaha menata kembali semangat mereka di balik dinding kokoh gedung perusahaan semen tertua di Asia Tenggara ini. Pagi Kamis (8/1/2026) suasana belajar terasa hangat dan berbeda.

Di ruang ber-AC itu, ketakutan akibat bencana perlahan memudar. Ghazy Al Gifard, siswa kelas V, duduk tenang sambil memegang pensil. "Di sini kami nyaman sekali belajar, Pak. Ruangannya ber-AC," ujarnya polos. Bagi Ghazy, yang berusia 10 tahun, kenyamanan gedung Diklat memberi rasa aman yang jauh dari trauma sekolah lamanya yang berada dekat sungai dan bukit tinggi.

"Kami masih takut sekolah di sana kalau cuaca buruk, apalagi di belakang sekolah ada bukit tinggi. Kami khawatir terjadi longsor," bisiknya.

Sementara itu, Sheryl Philomela Sodiq, meski sekolah lamanya relatif aman, kehilangan rumah akibat banjir. Kini fasilitas bus antar-jemput yang disediakan PT Semen Padang menjadi penghibur tersendiri baginya. "Saya masih trauma, Pak. Rumah saya hanyut tak tersisa," kata Sheryl lirih.

Meski begitu, mata Sheryl tetap memancarkan ketegaran. Ia bertekad tidak larut dalam kesedihan. "Kami tidak akan menyerah, meski bencana telah menimpa kami. Kami harus bangkit untuk meraih mimpi-mimpi kami," tambahnya dengan optimis.

Kepala Urusan Pengajaran SD Bustanul Ulum Semen Padang, Rici Noviasari, memuji ketangguhan mental anak-anak didiknya. "Mereka luar biasa. Trauma boleh ada, tapi semangat mereka jauh lebih besar," kata Rici.

Pemindahan kegiatan belajar ke Gedung Diklat dilakukan sebagai langkah darurat paling manusiawi, mengingat akses ke sekolah lama terputus total pascabanjir akhir tahun lalu. Rici bersyukur dengan fasilitas yang diberikan. "Sejak Senin, anak-anak senang belajar di sini. Apalagi setiap hari mereka diantar-jemput menggunakan bus gratis dari PT Semen Padang," jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Miftahul Jannah, salah satu wali murid, yang awalnya khawatir nasib pendidikan anaknya karena keluarga kini tersebar di kontrakan dan pengungsian. "Perhatian ini bukan hanya besar, tapi sangat luar biasa. PT Semen Padang tidak hanya menyediakan tempat belajar, tetapi juga bus antar-jemput anak-anak," ujarnya penuh haru.

Idris, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan PT Semen Padang, menegaskan dukungan ini sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Terlebih, SD Bustanul Ulum merupakan sekolah gratis binaan perusahaan.

"Kami berharap bantuan ini bisa membantu menyembuhkan luka anak-anak terdampak banjir. Kepedulian kami terhadap sekolah ini bukan sekadar formalitas, tapi upaya nyata agar anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan," pungkas Idris.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update