Notification

×

Iklan

Puluhan Rumah di Padang Terancam Tergerus Sungai

Sabtu, 03 Januari 2026 | 20:38 WIB Last Updated 2026-01-03T13:38:00Z

Puluhan rumah warga di Kota Padang berada dalam ancaman runtuh

Padang, Rakyatterkini.com – Puluhan rumah warga di Kota Padang berada dalam ancaman runtuh dan terseret arus sungai menyusul berubahnya aliran sungai pascabanjir dan galodo yang kembali melanda wilayah tersebut pada Jumat (2/1/2026).

Di kawasan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, tercatat sedikitnya tujuh unit rumah dengan total 33 jiwa penghuni berada dalam kondisi rawan tergerus aliran sungai. Perubahan kontur sungai membuat jarak antara permukiman warga dan bibir sungai semakin menyempit.

Salah seorang warga Lambung Bukit, Rahmadini Putri, mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya kini sangat mengkhawatirkan. Jika sebelumnya rumah-rumah warga berjarak sekitar 15 meter dari sungai, kini jarak tersebut menyusut drastis hingga kurang dari satu meter.

“Dulu halaman rumah kami masih luas dan jauh dari sungai. Sekarang hampir tidak tersisa, jaraknya hanya sekitar 30 sentimeter saja,” ujar Rahmadini saat dihubungi, Sabtu (3/1/2026).

Akibat kondisi tersebut, sekitar tujuh kepala keluarga di Lambung Bukit terpaksa mengungsi secara mandiri ke area yang berada di belakang rumah mereka. Warga berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk melakukan penataan dan perbaikan alur sungai.

Rahmadini menyebutkan, tujuh rumah dari tujuh kepala keluarga terancam hilang jika hujan deras kembali mengguyur Kota Padang, sementara aliran sungai belum ditangani secara serius. Dari jumlah tersebut, satu rumah dilaporkan telah roboh, satu mengalami rusak berat, dan satu lainnya rusak ringan akibat terjangan galodo sebelumnya.

Ancaman serupa juga dirasakan warga di kawasan Jalan Kampung Koto, RT III RW I, Kelurahan Samping Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo. Belasan rumah di wilayah tersebut terancam lenyap apabila banjir kembali terjadi.

Warga setempat, Ernawati, menuturkan bahwa salah satu rumah milik saudaranya telah hilang terseret banjir, sementara rumah orang tuanya kini berada dalam kondisi kritis. Struktur bangunan mulai retak dan sebagian paviliun sudah ambruk akibat tanah yang semakin labil.

“Tanah di sini sudah tidak stabil. Rumah kakak saya, keponakan, semuanya sudah jatuh ke sungai. Sekarang giliran rumah orang tua kami yang terancam,” ungkap Ernawati.

Ia mengaku telah berulang kali mengajukan proposal pembangunan kanal banjir jauh sebelum bencana terjadi. Namun hingga kini, usulan tersebut belum mendapat tindak lanjut dari pihak terkait.

Padahal sebelumnya, jarak rumah warga di kawasan Banda Gadang cukup jauh dari tepi sungai. Saat ini, sekitar 15 rumah dilaporkan berada dalam ancaman tergerus arus sungai akibat perubahan aliran yang semakin berliku.

Ernawati berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan menurunkan alat berat untuk memperbaiki aliran air. Menurutnya, kondisi sungai yang kini berbelok-belok meningkatkan risiko kerusakan yang lebih besar saat hujan deras kembali turun.

“Kalau hujan lagi, kemungkinan besar 15 rumah akan hilang. Kami sangat berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk meminimalkan dampak bagi warga,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau warga untuk segera melaporkan situasi darurat melalui lurah atau camat setempat agar dapat ditindaklanjuti.

“Lurah dan camat yang paling dekat dengan masyarakat. Setelah laporan diterima, akan dilakukan survei ulang dan peninjauan lapangan bersama instansi terkait, termasuk Perkim,” jelas Hendri Zulviton.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update