![]() |
| Banjir di Jalur Lintas Barat Rawa Makmur Bengkulu membuat jalan ini ditutup. |
Jakarta, Rakyatterkini.com – Polresta Bengkulu menutup sementara Jalan Lintas Barat Sumatera di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, akibat banjir yang menggenangi badan jalan sejak Kamis (1/1/2026) malam.
Tinggi air di ruas jalan tersebut diperkirakan mencapai 50 sentimeter, sehingga tidak memungkinkan dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
“Kami menutup Jalan Kalimantan, Rawa Makmur, karena debit air meningkat hingga menyulitkan kendaraan melintas,” ujar Kapolsek Muara Bangkahulu, AKP Muhammad Taslim, Sabtu (3/1/2026).
Penutupan ini dilakukan setelah banyak kendaraan, khususnya sepeda motor, mengalami mogok saat mencoba menerobos banjir. Arus lalu lintas pun dialihkan melalui Jalan Kuala Bengkulen karena genangan air terus bertambah sejak Jumat (2/1/2026) malam.
Tidak hanya jalan, banjir juga merendam puluhan rumah warga di sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tanjung Agung, Jaya, Rawa Makmur, Kebun Beler di Kecamatan Ratu Agung, serta Kelurahan Penurunan di Kecamatan Ratu Samban dan Kelurahan Bumiayu di Kecamatan Selebar.
Warga Rawa Makmur, Adios, mengungkapkan bahwa banjir berasal dari kiriman air dari Kabupaten Bengkulu Tengah yang diperparah pasang air laut. “Kalau hujan terus turun, debit air kemungkinan naik lagi dan merendam pemukiman,” katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Bengkulu, Intan Rahma, menyampaikan bahwa angin kencang hingga 50 kilometer per jam masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, hujan ringan hingga sedang yang disertai kilat, petir, dan angin kencang juga diperkirakan melanda seluruh Provinsi Bengkulu.
BMKG menambahkan, ketinggian gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter di perairan Bengkulu hingga Enggano, dan hingga 2,5 meter di Samudera Hindia Barat Bengkulu.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, serta selalu sigap dalam mengambil langkah antisipasi agar aktivitas tetap aman. (da*)


