Notification

×

Iklan

PSB UNAND, Kelayakan Kampus UIN Pascalongsor Butuh Kajian Geoteknik

Selasa, 13 Januari 2026 | 08:33 WIB Last Updated 2026-01-13T01:33:00Z

Kampus

Padang, Rakyatterkini.com – Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (PSB UNAND) menekankan bahwa penentuan kelayakan kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang pascalongsor tidak bisa hanya mengandalkan pengamatan visual atau penilaian cepat.

Menurut PSB UNAND, kajian teknis berbasis data geoteknik menjadi langkah utama sebelum kawasan kampus dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Dalam paparan akademik di UIN IB Padang, Senin (12/1/2026), Prof. Abdul Hakam dari PSB UNAND menjelaskan bahwa longsor merupakan pergerakan massa tanah dari lapisan dalam, sehingga membutuhkan analisis ilmiah yang mendalam.

“Tanpa penyelidikan tanah yang tepat, kita tidak bisa mengetahui kondisi sebenarnya. Baru dari situ kita bisa menilai kelayakan kawasan,” ujar Abdul Hakam.

Ia menambahkan, salah satu faktor kerentanan utama lereng adalah tanah lempung yang mengandung clay. Saat hujan terus-menerus, tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya dukung, sehingga meningkatkan risiko longsor susulan.

Prof. Abdul Hakam juga menekankan peran air sebagai pemicu utama ketidakstabilan lereng. “Air tidak hanya datang dari atas, tetapi bisa menekan dari samping maupun bawah. Jika tidak dikendalikan, risikonya akan berlipat,” jelasnya.

Menyinggung wacana pembangunan kolam atau embung di kampus, Abdul Hakam meminta agar rencana tersebut dikaji secara cermat. Genangan air berpotensi menambah beban tanah dan tekanan hidrostatis, yang dapat memperbesar risiko longsor.

Ia menegaskan bahwa tidak semua lereng pascalongsor perlu segera dilakukan intervensi. Dalam beberapa kondisi, lereng justru bisa mencapai stabilitas sementara. “Intervensi yang tergesa-gesa tanpa kajian matang justru bisa menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update