Notification

×

Iklan

Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Kedaulatan Palestina

Selasa, 27 Januari 2026 | 21:33 WIB Last Updated 2026-01-27T14:33:00Z

Presiden RI Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan konflik Gaza melalui jalur diplomasi.

Prabowo meyakini bahwa perdamaian di kawasan tersebut hanya mungkin tercapai jika Palestina memperoleh kedaulatan penuh yang diakui secara internasional. Sikap konsisten ini telah ia tunjukkan sejak menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2019–2024.

Melalui berbagai forum dan inisiatif diplomatik, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina. 

Saat masih menjabat Menhan, misalnya, dalam forum IISS Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura, ia menyampaikan kesiapan Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza jika diperlukan.

“Kami siap mengirim tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza dengan persetujuan semua pihak. 

Selain itu, Indonesia juga bersedia mengevakuasi dan merawat warga Palestina yang membutuhkan perawatan di rumah sakit di Indonesia. Kami dapat menampung hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika situasi memungkinkan,” ujarnya.

Jejak diplomasi Prabowo tidak berhenti di situ. Pada Juni 2024, ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza di Amman, Yordania. Di sana, ia menyatakan keprihatinan atas kondisi kemanusiaan di Gaza dan menegaskan dukungan Indonesia terhadap kedaulatan Palestina.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina sebagai solusi nyata bagi konflik di Gaza,” tegas Prabowo.

Diplomasi Palestina Semakin Intens sebagai Presiden

Dukungan Prabowo terhadap Palestina berlanjut setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Enam bulan pertama masa jabatannya menunjukkan peningkatan intensitas diplomasi terkait isu Palestina, termasuk upaya merangkul negara-negara sahabat untuk mencari solusi perdamaian di Gaza.

Contohnya, pada Desember 2024, Prabowo bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi untuk membahas kerja sama dalam merumuskan langkah konkret menuju perdamaian Gaza. “Kami mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” katanya.

Upaya ini berlanjut pada April 2025 saat kunjungan diplomatik ke Uni Emirat Arab dan Turki. Dalam pidatonya di Parlemen Turki, Prabowo mengajak negara-negara yang konsisten membela keadilan global untuk berkolaborasi mencari solusi jangka panjang bagi Palestina.

“Ketika anak-anak dan ibu-ibu tidak berdosa dibom, dan rakyat Gaza kehilangan seluruh kehidupannya, banyak negara memilih diam. Turki memiliki sikap tegas, dan kami ingin bersama Turki membela keadilan serta kebenaran di dunia yang kini penuh ketidakpastian,” ungkapnya.

Selain diplomasi bilateral, Prabowo aktif mengangkat isu Palestina di forum internasional. Pada Sidang Umum PBB ke-80 di New York, September 2025, ia menekankan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, sekaligus menghormati dan menjamin keselamatan Israel. Hanya dengan itu kita bisa mewujudkan perdamaian sejati tanpa kebencian dan kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegasnya.

Sebulan kemudian, Prabowo menghadiri forum Sharm El Sheikh di Mesir untuk berdialog dengan pemimpin dunia dan menyaksikan penandatanganan kesepakatan perdamaian di Gaza. Pada Januari 2026, ia juga berpartisipasi dalam penandatanganan piagam Board of Peace di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, yang bertujuan mendukung proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.

Seluruh rangkaian diplomasi ini menegaskan posisi Indonesia yang konsisten menempatkan isu Palestina sebagai prioritas kebijakan luar negeri, sekaligus memperkuat peran negara dalam menciptakan ketertiban dunia melalui kerja sama internasional dan dialog konstruktif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update