Padang, Rakyatterkini.com — Persiapan Pra Pemusatan Latihan Daerah (Pra Pelatda) KONI Sumatera Barat 2026 resmi dimulai. Tahap awal dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan atlet yang digelar di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) dan Pelatihan Kesehatan (Pelkes) Provinsi Sumatera Barat, Padang.
Komandan Pelatda KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, didampingi Sekretaris Jasman Herry, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan langkah awal sebelum atlet mengikuti tahapan tes berikutnya.
“Tes ini penting untuk mengetahui kondisi awal atlet. Hasil pemeriksaan kesehatan, psikologis, dan fisik akan menjadi dasar objektif dalam penetapan atlet Pra Pelatda,” ujar Risky, Senin (12/1/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan tes, beberapa cabang olahraga belum dapat menghadirkan atletnya karena berbagai kendala, seperti berada di luar daerah atau luar negeri, sedang mengikuti kejuaraan, atau urusan keluarga. Cabang olahraga yang belum hadir antara lain E-sport, taekwondo, biliar, selancar ombak, balap sepeda, atletik, dan muaythai. Panitia memberikan kesempatan tes susulan dengan mekanisme pengajuan surat resmi ke KONI Sumbar melalui Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) paling lambat Selasa (13/1/2026).
Risky menambahkan, atlet yang berhalangan hadir tetap diberi kesempatan mengikuti tes kesehatan hingga pukul 10.00 WIB. “Jika melewati waktu tersebut, atlet akan diarahkan mengikuti tes psikologi di Universitas Negeri Padang,” jelasnya.
Rangkaian tes selanjutnya akan berlangsung Selasa (13/1/2026) dengan pelaksanaan psikotest di GOR Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), sedangkan tes fisik dijadwalkan pada Rabu (14/1/2026) di lokasi yang sama. Total, sebanyak 138 atlet dari berbagai cabang olahraga akan mengikuti seluruh tahapan tes.
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menekankan bahwa tahapan tes merupakan fondasi penting dalam sistem pembinaan prestasi.
“Tes ini menjadi dasar awal pembinaan. Kami ingin memastikan atlet yang masuk Pelatda siap secara kesehatan, mental, dan fisik, sehingga program latihan bisa berjalan efektif dan terukur,” kata Septri.
Pelaksanaan tes melibatkan tim terpadu dari KONI Sumbar, Universitas Negeri Padang, serta tenaga kesehatan profesional. Tes fisik memanfaatkan fasilitas Laboratorium FIK UNP.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Bidang Binpres dalam menyiapkan atlet menuju Pelatda.
“Saya mendukung sepenuhnya tahapan tes yang dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Pembinaan prestasi harus berbasis data agar tepat sasaran. Atlet yang dipilih harus benar-benar siap secara fisik, mental, dan kesehatan,” tegas Hamdanus.
Ia menambahkan, pembinaan prestasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses yang sistematis, profesional, dan berkelanjutan.
“Dengan data yang akurat dari hasil tes, program latihan akan lebih terarah dan peluang meraih prestasi di tingkat nasional semakin besar,” pungkasnya.(da*)


