Padang, Rakyatterkini.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) resmi melantik Pengurus Pengganti Antar Waktu (PAW) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Sumatera Barat periode 2022–2027, sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi dan kepedulian terhadap anggota.
Pelantikan digelar di Graha Sekretariat PPNI Sumatera Barat, Jalan Kis Mangunsarkoro, Padang, Rabu (21/1/2026).
Acara ini menjadi momentum penting bagi kelanjutan peran organisasi profesi perawat di daerah. Turut hadir Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah, Sekretaris Jenderal Prof. Mustikasari, Bendahara Umum Apri Sunadi, serta jajaran pengurus DPW dan perwakilan DPD PPNI se-Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Katherina Welong, MARS FISQua CHRA CHMEE resmi ditunjuk sebagai Ketua Umum PAW DPW PPNI Sumatera Barat, menggantikan Ns. Meta Seprinel untuk melanjutkan sisa masa bakti 2022–2027.
Ketua Umum DPP PPNI, Dr. Harif Fadhillah, menekankan bahwa pelantikan PAW bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi strategi penting untuk menjaga stabilitas organisasi.
“PAW adalah amanah untuk menjaga kesinambungan. Prioritas utama adalah konsolidasi, merawat kebersamaan, dan memastikan PPNI tetap menjadi rumah yang aman dan kuat bagi seluruh perawat,” ujarnya.
Harif menambahkan, di tengah tantangan profesi dan situasi bencana, peran organisasi profesi semakin krusial.
“Perawat adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Organisasi harus hadir tidak hanya dalam regulasi dan advokasi, tetapi juga menunjukkan empati dan kepedulian,” katanya. Menurutnya, tantangan keperawatan kini meliputi peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta kesiapsiagaan menghadapi krisis dan bencana.
Sementara itu, Ketua Umum PAW DPW PPNI Sumatera Barat, Katherina Welong, menyatakan rasa syukur dan komitmen untuk menjalankan amanah organisasi secara kolektif dan inklusif.
“Kami menyadari tugas ini tidak ringan. Namun dengan kebersamaan pengurus DPW dan dukungan DPD, fokus kami adalah membangun komunikasi, memperkuat konsolidasi, dan memastikan setiap perawat merasa diperhatikan,” ujarnya.
Penyaluran Donasi Kemanusiaan
Pelantikan juga disertai kegiatan sosial, yaitu penyerahan donasi kemanusiaan bagi perawat terdampak banjir dan galodo di Sumatera Barat. Donasi ini merupakan hasil solidaritas perawat dari berbagai daerah yang dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana PPNI.
Salah satu penerima bantuan, Ns. Hanifah, mengaku terharu dan bersyukur. “Bantuan ini bukan hanya soal materi, tapi bukti bahwa kami tidak sendiri. PPNI benar-benar hadir untuk perawat,” ungkapnya.
Ketua Umum DPP PPNI menegaskan, aksi kemanusiaan menjadi bagian dari identitas organisasi. “Solidaritas adalah ruh PPNI. Ketika satu perawat terluka, seluruh perawat merasakannya. Nilai ini terus kami jaga,” tegas Harif.
Pada tahap awal, melalui Badan Penanggulangan Bencana PPNI, terkumpul dana sekitar Rp1 miliar yang telah disalurkan kepada perawat terdampak di tiga provinsi di Sumatera.
Pelantikan dan penyerahan bantuan ini menjadi bukti komitmen PPNI sebagai organisasi yang kuat secara struktural sekaligus peduli secara sosial, menjaga solidaritas, dan mendukung anggotanya di saat paling dibutuhkan.(da*)


