Notification

×

Iklan

PPNI Sumbar Lantik Ketua PAW Periode 2022–2027

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:35 WIB Last Updated 2026-01-21T20:35:00Z

PPNI lantik pengurus pengganti antar waktu DPW SumateraBarat

Padang, Rakyatterkini.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melantik Pengurus Pengganti Antar Waktu (PAW) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Sumatera Barat periode 2022–2027, sebagai upaya memperkuat organisasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama anggota.

Acara pelantikan berlangsung di Graha Sekretariat PPNI Sumatera Barat, Jalan Kis Mangunsarkoro, Padang, Rabu (21/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan dan pengembangan organisasi perawat di daerah.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum DPP PPNI Dr. Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H., Sekretaris Jenderal PPNI Prof. Dr. Mustikasari, S.Kp., MARS, Bendahara Umum DPP PPNI Dr. Apri Sunadi, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.MB, beserta jajaran pengurus DPW dan perwakilan DPD PPNI se-Sumatera Barat.

Dalam pelantikan ini, Katherina Welong, SKM, MARS FISQua CHRA CHMEE resmi ditunjuk sebagai Ketua Umum PAW DPW PPNI Sumatera Barat, menggantikan Ns. Meta Seprinel, S.Kep., MM, untuk melanjutkan sisa masa bakti periode 2022–2027.

Ketua Umum DPP PPNI, Dr. Harif Fadhillah, menekankan bahwa pelantikan PAW bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan strategi penting untuk menjaga stabilitas organisasi.

“PAW adalah amanah untuk menjaga kesinambungan. Fokus utama saat ini adalah konsolidasi, merawat kebersamaan, dan memastikan PPNI tetap menjadi rumah yang aman dan kuat bagi seluruh perawat,” ujar Harif.

Ia menambahkan, di tengah tantangan profesi keperawatan dan berbagai kondisi darurat, peran organisasi menjadi semakin vital. “Perawat adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Organisasi harus hadir tidak hanya dalam regulasi dan advokasi, tetapi juga melalui empati dan kepedulian,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PAW DPW PPNI Sumatera Barat, Katherina Welong, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen untuk menjalankan amanah dengan pendekatan inklusif dan kolektif. “Kami akan fokus membangun komunikasi, memperkuat konsolidasi, dan memastikan setiap perawat merasa diperhatikan,” ujarnya.

Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Selain pelantikan, PPNI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada perawat terdampak bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat. Donasi ini merupakan hasil solidaritas perawat dari berbagai daerah yang dihimpun melalui Badan Penanggulangan Bencana PPNI.

Salah seorang penerima bantuan, Ns. Hanifah, mengaku terharu atas kepedulian organisasi. “Bantuan ini bukan sekadar materi, tapi bukti bahwa kami tidak sendiri. PPNI benar-benar hadir untuk perawat,” ucapnya.

Dr. Harif menegaskan bahwa aksi kemanusiaan merupakan bagian dari identitas PPNI. “Solidaritas adalah ruh organisasi. Ketika satu perawat terluka, seluruh anggota merasakannya. Nilai inilah yang terus kami jaga,” jelasnya.

Pada tahap awal, melalui Badan Penanggulangan Bencana PPNI, dana sekitar Rp1 miliar berhasil dihimpun dan disalurkan kepada perawat terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.

Pelantikan dan penyaluran bantuan ini mencerminkan komitmen PPNI sebagai organisasi profesi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga peduli, menjaga solidaritas, dan mendukung anggotanya saat dibutuhkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update