Jakarta, Rakyatterkini.com – Pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (PT TGI) di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, meledak hebat pada Jumat (9/1/2026) dini hari.
Ledakan ini menimbulkan kerusakan bangunan dan kepanikan di kalangan warga setempat.
Dentuman keras terdengar sekitar pukul 00.30 WIB, membuat warga yang tengah tertidur terkejut dan bergegas menyelamatkan diri. Tekanan gas yang sangat besar menyebabkan pipa yang tertanam tiga meter di bawah tanah terputus dan mencuat ke permukaan.
Lubang besar pun terbentuk di lokasi kejadian, disertai semburan tanah bercampur lumpur hingga radius 300 meter.
“Suaranya seperti bom, sangat keras. Kami langsung keluar rumah dan tercium bau gas yang menyengat,” kata Ahmad Sutiali, warga setempat.
Getaran dan hantaman material membuat sejumlah rumah mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga atap bocor. Beruntung, tidak ada api di sekitar lokasi sehingga ledakan tidak memicu kebakaran lebih besar.
Kepanikan warga dipicu oleh trauma dari ledakan serupa yang terjadi di Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir, pada 2 Januari 2026. Saat itu, ledakan pipa gas menimbulkan 10 korban luka bakar serta menghanguskan rumah dan kendaraan.
“Warga sangat takut kejadian di Kemuning terulang di sini. Malam itu mereka lari menjauh, ada yang naik motor, ada yang berlari kaki. Baru berani memantau dari jarak aman sekitar 2 kilometer,” ungkap Kepala Desa Tani Makmur, Moh Sulistiono.
Suasana baru mulai tenang pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB setelah desisan gas berhenti terdengar. Peristiwa di Inhu ini menjadi ledakan kedua dalam satu minggu terakhir pada jalur pipa yang sama milik PT TGI. Dugaan sementara, rentetan ledakan disebabkan oleh pipa yang sudah tidak layak pakai.
Pipa gas yang membentang dari Sumatera Selatan, melintasi Jambi hingga Kota Dumai ini diperkirakan telah berusia lebih dari 50 tahun.
Warga menuntut perusahaan segera melakukan peremajaan atau penggantian pipa secara menyeluruh, demi mencegah risiko ledakan susulan yang bisa membahayakan nyawa. (da*)


