Padang, Rakyatterkini.com— Pemerintah Provisi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberikan dukungan penuh terhadap program Klinik UMKM Minang Bangkit yang digagas Kementerian UMKM RI.
Program ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat Sumbar yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi.
“Kami yakin Klinik UMKM Minang Bangkit dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, khususnya bagi pelaku UMKM. Semoga program ini berjalan lancar dan memberi manfaat nyata,” ujar Mahyeldi.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur saat mengikuti Rapat Koordinasi Klinik UMKM Bangkit Pascabencana bersama Kementerian UMKM secara daring dari Istana Gubernuran.
Mahyeldi juga mengimbau para pelaku UMKM terdampak bencana untuk segera melakukan pendataan melalui Klinik UMKM sebagai langkah awal pemulihan usaha.
“Mari kita bangkitkan kembali usaha kita, hidupkan ekonomi nagari, dan buktikan bahwa masyarakat Minangkabau selalu mampu menghadapi setiap cobaan,” tuturnya.
Gubernur berharap Klinik UMKM Minang Bangkit tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi juga pusat kebangkitan ekonomi rakyat, yang membuat UMKM lebih kuat, siap, dan kompetitif.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, menjelaskan bahwa Klinik UMKM Bangkit menyediakan tiga layanan utama: pembiayaan, belanja produk lokal, dan layanan produksi, yang dijalankan melalui koordinasi dengan seluruh mitra terkait.
Kehadiran Klinik ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi Sumbar secara berkelanjutan, sesuai arahan Presiden RI agar pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah dalam proses pemulihan pascabencana.
“Pemprov Sumbar bersama Kementerian UMKM terus memetakan UMKM terdampak bencana secara bertahap. Data ini akan disinkronkan dengan pemerintah pusat dan perbankan agar program pemulihan tepat sasaran,” ujar Siti.
Selain akses pembiayaan, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan manajemen usaha, bantuan pemasaran, penguatan digitalisasi dan legalitas usaha, serta peningkatan kapasitas produksi melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.
Untuk mendukung layanan pembiayaan, Kementerian UMKM bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan, lembaga keuangan non-bank, OJK, Bank Indonesia, hingga Baznas.
Program ini merupakan bagian dari upaya inventarisasi dan pemetaan UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan program bantuan dan pemulihan usaha sesuai regulasi yang berlaku.
Rapat koordinasi ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, beserta jajaran, serta Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, bersama tim.(da*)


