Notification

×

Iklan

Pemkab Solok Normalisasi Sungai Batang Saniangbaka Cegah Banjir

Jumat, 09 Januari 2026 | 17:17 WIB Last Updated 2026-01-09T10:17:00Z

Wakil Bupati (Wabup) Solok Candra saat meninjau lokasi pembangunan 

Arosuka, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menormalisasi Sungai Batang Saniangbaka guna mencegah luapan air yang kerap mengancam permukiman warga saat hujan deras.

Wakil Bupati Solok, Candra, mengatakan langkah ini merupakan upaya darurat pemerintah daerah merespons banjir yang sering terjadi di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak.

Sebagai tindakan sementara, Pemkab Solok memasang dumbag sepanjang bantaran sungai untuk menahan limpahan air ketika debit meningkat.

“Untuk sementara, pemasangan dumbag ini kami lakukan agar air tidak masuk ke rumah warga,” ujar Candra.

Ia menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, terkait penyediaan dumbag. Dari hasil koordinasi, PT Semen Padang memberikan bantuan 1.000 kantong dumbag, meski baru 260 kantong yang diterima hingga kini.

“Kami berupaya agar seluruh 1.000 kantong dapat segera disalurkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup Candra melakukan panggilan video dengan Anggota DPR RI, Andre Rosiade, untuk melaporkan kondisi terkini di Saniangbaka. Dalam komunikasi itu, disampaikan bahwa Sungai Batang Saniangbaka telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat perlu dilakukan sebelum pembangunan permanen dimulai.

Candra juga meninjau Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh, yang rencananya akan dibongkar melalui kerja sama dengan PT Adhi Karya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemasangan batu bronjong di titik-titik rawan. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, material banjir berpotensi kembali menumpuk dan mengancam jalan serta rumah warga.

“Kalau bronjong tidak segera dipasang, material akan kembali naik ke jalan dan rumah warga saat banjir berikutnya,” jelasnya.

Pemkab Solok menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan permanen Sungai Batang Saniangbaka demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Peninjauan juga difokuskan pada titik-titik rawan yang selama ini menjadi penyebab utama luapan air ke permukiman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update