Lubukbasung, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengerahkan 280 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana. Lokasi pembangunan berada di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menjelaskan di Lubuk Basung, Kamis (22/1/2026), bahwa ratusan ASN tersebut berasal dari 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Agam, dengan setiap OPD mengirimkan 10 orang. Mereka dikerahkan sejak Rabu (21/1) hingga Jumat (23/1).
Menurut Iqbal, pelibatan ASN bertujuan memastikan pembangunan huntara dapat selesai lebih cepat, sehingga warga terdampak bencana segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak. Pembangunan huntara dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, didukung Polri, Basarnas, dan relawan.
ASN yang dilibatkan membantu beragam pekerjaan, mulai dari pembersihan lahan, pemasangan dinding dan teras, hingga tugas teknis lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.
“Alhamdulillah, bersama TNI kami bisa mempercepat pembangunan hunian sementara ini. Terima kasih juga kepada Polri, Basarnas, dan seluruh relawan yang telah mendampingi warga sejak awal bencana,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, progres pembangunan huntara saat ini sudah sangat baik dan ditargetkan rampung pada Jumat (23/1). Hunian sementara tersebut akan diresmikan pada Sabtu (24/1), yang dijadwalkan dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Hunian sementara yang dibangun di SDN 05 Kayu Pasak terdiri dari 117 unit, terbagi ke dalam 25 barak. Fasilitas ini diperuntukkan bagi korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan berada di zona merah rawan bencana.
“Hunian sementara ini disiapkan untuk 117 kepala keluarga yang saat ini masih mengungsi di SDN 05 Kayu Pasak maupun di rumah kerabat mereka,” jelas Iqbal.
Banjir bandang, banjir, dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam pada Kamis, 27 November 2025, menewaskan 166 orang, 36 orang dinyatakan hilang, merusak 2.284 rumah, memengaruhi 121 sekolah, serta merusak berbagai fasilitas umum lainnya. Total kerugian akibat bencana yang melanda 16 kecamatan diperkirakan mencapai Rp6,51 triliun.(da*)


