Notification

×

Iklan

Pemerintah Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Tetap Belajar

Rabu, 07 Januari 2026 | 16:33 WIB Last Updated 2026-01-07T09:33:00Z

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau langsung 

Padang, Rakyatterkini.com — Pada hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Kota Padang memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan kehadiran negara dalam menjamin hak belajar peserta didik meski tengah menghadapi kondisi darurat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meninjau langsung proses belajar di SMA Negeri 12 Padang, Senin (5/1/2026), sekaligus bertindak sebagai pembina upacara bendera.

SMA Negeri 12 termasuk salah satu sekolah yang terdampak banjir besar pada 28 November 2025 dan kembali terendam pada 2 Januari 2026. Banjir menenggelamkan seluruh area sekolah seluas sekitar 14.000 meter persegi, merendam ruang kelas, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang administrasi dengan ketinggian lumpur mencapai 1–1,2 meter. Akibatnya, lebih dari 70 persen furnitur rusak dan sekitar 100 unit komputer tidak bisa digunakan.

Dalam amanatnya, Atip menegaskan bahwa bencana tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Pemerintah akan tetap memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan pendekatan adaptif sesuai kondisi lapangan.

“Kondisi darurat memang menimbulkan keterbatasan, tetapi hal ini tidak boleh memadamkan semangat belajar dan mengajar. Justru di situasi seperti ini kita dituntut lebih kreatif untuk bangkit,” ujar Atip Latipulhayat.

Ia menekankan pentingnya penyesuaian metode pembelajaran agar tujuan pendidikan, yaitu menghadirkan layanan berkualitas, tetap tercapai meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih.

Setelah upacara, Atip meninjau ruang kelas yang terdampak dan tenda darurat yang difungsikan sebagai ruang belajar sementara. Ia juga mengikuti dialog pembelajaran virtual bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang saat itu berada di sekolah terdampak banjir di Aceh.

Wamendikdasmen menjelaskan bahwa Kemendikdasmen telah memetakan tingkat kerusakan sekolah pascabencana menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat. Sekolah dengan kerusakan ringan segera dibersihkan agar bisa digunakan, sementara sekolah dengan kerusakan berat menjadi prioritas revitalisasi pada 2026.

“Di Sumatera Barat, sekitar 50 sekolah masuk prioritas revitalisasi. Di Aceh dan Sumatera Utara jumlahnya mencapai sekitar seribu sekolah. Pola pembelajaran di wilayah terdampak tidak dipaksakan normal, tetapi disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan,” jelasnya.

Di tingkat sekolah, semangat belajar tetap tinggi. Guru SMA Negeri 12, Rahmidayetti, mengungkapkan bahwa ujian semester ganjil Desember 2025 tetap berjalan, meski beberapa siswa harus mengikuti ujian di tenda darurat atau ruang kelas yang dilapisi terpal.

“Kami terharu melihat semangat siswa. Meski terbatas, mereka tetap disiplin dan tertib mengikuti ujian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan siswa kelas XII, Fajar Aulia Putra, yang rumahnya juga terdampak banjir. Baginya, kembali ke sekolah menjadi sumber harapan di tengah situasi sulit.

“Senang bisa belajar lagi bersama teman-teman. Kami berharap sekolah segera pulih dan nyaman kembali,” kata Fajar.

Kunjungan Wamendikdasmen menandai dimulainya kembali kegiatan belajar di sekolah terdampak, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan seiring dengan keberlanjutan layanan pendidikan. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua, termasuk peserta didik di wilayah terdampak bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update