Notification

×

Iklan

NVIDIA Dorong Talenta Digital Indonesia Lewat AI Lokal

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15 WIB Last Updated 2026-01-13T20:15:00Z

Revalin Herdianto, Direktur Politeknik Negeri Padang dan Adrian Lesmono sebagai pembicara \

Padang, Rakyatterkini.com — NVIDIA Indonesia menggelar Press Briefing NVIDIA GeForce RTX 50 & Holiday Campaign yang dipadukan dengan kegiatan student workshop di Gedung PKM Politeknik Negeri Padang (PNP), Kecamatan Pauh, Kota Padang, Selasa (13/1/2025).

Agenda ini menjadi bagian dari komitmen NVIDIA dalam mendukung percepatan lahirnya talenta digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menitikberatkan penguatan sumber daya manusia di bidang AI, komputasi, dan teknologi digital lanjutan sebagai penopang daya saing nasional.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menyampaikan bahwa NVIDIA telah mengembangkan berbagai solusi berbasis AI sejak 2018, mencakup sektor online gaming, industri kreatif, broadcasting, hingga streaming. Memasuki 2025, NVIDIA menaruh fokus pada pengembangan Agentic AI, yakni teknologi AI yang semakin cerdas dan mampu bekerja secara lebih mandiri.

“AI saat ini sudah sangat kuat, namun sebagian besar penggunanya masih bersifat kasual. Tantangan utama yang kami lihat adalah persoalan privasi data, karena banyak solusi AI masih bergantung pada sistem cloud,” ujar Adrian.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, NVIDIA menghadirkan teknologi AI lokal yang terintegrasi langsung pada GeForce RTX™ 50 Series. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat menjalankan AI tanpa koneksi internet, sehingga seluruh proses dan data tetap berada di perangkat masing-masing.

“Semua interaksi AI berlangsung di PC pengguna. Hal ini sangat penting bagi mahasiswa dan akademisi agar mereka dapat mengembangkan solusi AI yang relevan untuk menjawab persoalan sosial maupun kebutuhan bisnis, baik sekarang maupun di masa mendatang,” jelasnya.

Meski demikian, Adrian menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus disertai dengan etika dan pola pikir yang tepat. Menurutnya, AI tidak boleh dijadikan sarana untuk menggantikan kemampuan berpikir manusia, melainkan alat untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong inovasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, NVIDIA juga menggandeng JBROS Computer melalui kegiatan literasi digital bertajuk “RTX AI PC Day”. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengenal serta mengeksplorasi ekosistem AI NVIDIA secara lebih aplikatif.

Direktur Politeknik Negeri Padang, Revalin Herdianto, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai sinergi antara industri dan pendidikan vokasi menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Sejak 2020, PNP telah menerapkan Project-Based Learning (PBL) sebagai ciri khas pendidikan vokasi. Literasi digital kami tetapkan sebagai kompetensi wajib, dan AI kami posisikan bukan sekadar alat bantu, melainkan solusi menyeluruh dalam ekosistem teknologi modern,” ujar Revalin.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam mendukung inovasi sekaligus pelestarian budaya. Melalui Program Studi Animasi, PNP mendorong dokumentasi kekayaan budaya Minangkabau agar tetap relevan dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Kami menyusun kurikulum yang tepat melalui literasi digital sebagai pintu masuk, dilanjutkan dengan project-based learning. Tujuannya agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu merancang solusi AI yang komprehensif untuk memecahkan masalah. Kesamaan visi inilah yang terwujud dalam kerja sama dengan NVIDIA,” katanya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Yuhefizar, menilai kehadiran NVIDIA menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem AI di lingkungan perguruan tinggi.

Ia mendorong mahasiswa dan dosen untuk beralih peran dari sekadar pengguna menjadi pengembang teknologi AI.

“Kami ingin mahasiswa menguasai dasar-dasar AI, machine learning, dan neural network agar mampu membangun model AI sendiri yang berdaya saing global,” ujarnya.

Yuhefizar juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur komputasi serta kedaulatan data, terutama untuk kepentingan riset yang memerlukan pengelolaan data privat secara aman.

“Selama ini kami masih banyak menggunakan solusi terbuka. Dengan hadirnya AI lokal di komputer, data privat kini dapat dikelola secara mandiri untuk mendukung kegiatan riset,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update