Pessel, Rakyatterkini.com – Masyarakat Ngalau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga kini masih mengalami isolasi pasca bencana tanah longsor yang terjadi hampir dua bulan lalu.
Longsor tersebut menimbun tiga titik jalan utama dan merusak satu-satunya jembatan penghubung, sehingga akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga berada dalam kondisi darurat.
Dalam situasi kritis ini, warga bersama personel TNI AD terpaksa menandu pasien darurat sejauh 3 kilometer menuju jalan yang dapat dilalui kendaraan, sebelum dirujuk ke Puskesmas karena kondisi pasien tidak dapat ditangani di Poskesri setempat.
Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal Yuska, melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (22/1/2026). Ia menyebutkan, Ngalau Gadang dihuni 168 kepala keluarga dengan total 670 jiwa.
Di wilayah tersebut terdapat satu TK, satu SD, dan satu Poskesri, sementara siswa SMP, MTs, MA, SMA, dan SMK menempuh pendidikan di luar desa. Banyak guru TK dan SD juga berdomisili di luar Ngalau Gadang.
Bidan Desa Ngalau Gadang, Zumelia Siska, menjelaskan secara rinci kasus pasien yang harus ditandu. Pasien bernama Aras, siswa kelas 6 SD, mengalami luka terbuka selebar 7 cm di bagian betis kaki kiri. “Karena kulitnya hilang dan tidak bisa ditangani lebih lanjut di Poskesri, saya menutup lukanya dengan kain kasa dan merujuknya ke puskesmas,” jelas Zumelia, yang akrab disapa Lia.
Saat ini, Ngalau Gadang masih belum dapat diakses kendaraan roda empat, dan perjalanan menggunakan sepeda motor berisiko memicu pendarahan lebih parah. “Kondisi jalan sangat ekstrem pasca longsor bulan November lalu. Keluarga dan masyarakat akhirnya sepakat menandu pasien sejauh sekitar 3 kilometer,” tambah Lia.
Ia menambahkan, selama perjalanan menuju IGD Puskesmas Asam Kumbang, Lia terus memantau kondisi pasien sebelum kembali ke Poskesri untuk menangani pasien lain.
Menurut informasi terbaru dari keluarga, Aras telah dirujuk dari Puskesmas Asam Kumbang ke Rumah Sakit Muhammad Zein Painan untuk menjalani operasi yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB.
Masyarakat Ngalau Gadang berharap pemerintah segera mempercepat pemulihan akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dengan membangun kembali jembatan yang putus serta membersihkan material longsor dari jalan.
Menanggapi hal ini, Novermal menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah merencanakan pemasangan gorong-gorong plat baja
Aramco dengan diameter 7 meter sebagai pengganti jembatan yang rusak, serta akan menurunkan alat berat untuk membersihkan jalan yang tertimbun tanah longsor.(da*)


