Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Di balik besarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bukittinggi, tersimpan fakta hukum yang mengkhawatirkan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli, mengungkap bahwa sebagian besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kota ini belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dari 14 unit SPPG yang saat ini aktif mendistribusikan makanan kepada ribuan siswa, hanya dua unit yang telah tersertifikasi secara resmi, yaitu SPPG Tarok Dipo dan SPPG Manggis Ganting. Padahal, sesuai regulasi dan Surat Edaran Kementerian Kesehatan, SLHS adalah syarat wajib sebelum dapur operasional.
SLHS bukan sekadar dokumen administratif. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa standar kebersihan, sanitasi, kualitas bahan baku, dan proses pengolahan makanan telah diuji secara medis, sehingga risiko keracunan massal dapat diminimalkan.
“Dari 18 unit SPPG di Bukittinggi, 14 sudah beroperasi. Namun kenyataannya, baru dua yang memiliki SLHS. Kami mendesak seluruh SPPG yang beroperasi untuk segera mengurus sertifikat paling lambat satu bulan sejak operasional dimulai,” tegas Ramli, Minggu (11/1/2026).
Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan tenggat waktu ketat bagi pengelola SPPG. Tanpa sertifikasi ini, keberlanjutan program MBG berada di bawah risiko kesehatan dan potensi sanksi hukum yang dapat menghentikan distribusi makanan bagi puluhan ribu siswa.
Urgensi kepemilikan SLHS semakin tinggi mengingat cakupan program MBG yang sangat besar. Berdasarkan data akhir 2025, program ini menargetkan 43.277 peserta didik, dengan realisasi saat ini mencapai 62,16% atau sekitar 26.900 anak yang menerima makanan setiap hari dari dapur-dapur tersebut.
Ramli menegaskan, pengelola yang mengabaikan aspek keamanan pangan akan menghadapi konsekuensi serius. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Daerah memiliki wewenang untuk memberikan sanksi administratif, mulai dari penghentian sementara hingga penutupan dapur secara permanen.
“Selama persyaratan teknis lengkap, izin akan segera kami keluarkan. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,” tambahnya serius.(da*)


