Padang, Rakyatterkini.com — Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa tidak ada jabatan di tubuh KONI yang kebal dari evaluasi.
Menurutnya, mulai dari Wakil Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara, hingga Ketua Umum sekalipun dapat diberhentikan sewaktu-waktu jika melanggar disiplin atau melanggar pakta integritas.
Penegasan ini disampaikan Hamdanus dalam dialog kepengurusan KONI Sumbar yang digelar di salah satu program Padang TV, Senin (5/1/2026).
“Tidak ada jaminan untuk siapa pun. Wakil Ketua Umum bisa diberhentikan, Ketua Umum pun bisa. Saya sendiri juga tidak punya kepastian,” ujarnya tegas.
Ia menekankan bahwa jabatan di KONI bukan hak pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh dan disiplin tinggi. Kepengurusan KONI tidak boleh diisi oleh mereka yang hanya mengejar status tanpa kesungguhan bekerja.
Hamdanus juga menegaskan bahwa pakta integritas yang ditandatangani seluruh pengurus bukan sekadar formalitas. Dokumen itu merupakan komitmen moral dan organisasi yang mengikat. “Itu janji seorang pemimpin. Jika dilanggar, kita harus menanggung konsekuensinya—secara organisasi, moral, dan nilai,” katanya.
Lebih jauh, Hamdanus mengingatkan bahwa masih banyak individu lain yang siap dan mampu mengemban amanah sebagai pengurus KONI Sumbar. “Kalau sudah diberi jabatan, hormati kepercayaan itu. Jangan menganggap posisi ini aman begitu saja,” ujarnya.
Dalam kepemimpinannya, Hamdanus menekankan disiplin sebagai fondasi utama kebangkitan olahraga di Sumbar. Menurutnya, tanpa disiplin, sistem pembinaan dan pencapaian prestasi tidak akan berjalan.
“Saya tidak suka pengurus KONI yang tidak disiplin. Itu sama sekali tidak berguna,” tegasnya.
Ia menambahkan, kekurangan anggaran masih dapat diatasi, tetapi hilangnya disiplin akan menghancurkan organisasi. “Kalau uang kurang, kita masih bisa cari. Tapi kalau disiplin tidak ada, hancur semua,” katanya.
Meski KONI bukan institusi militer atau kepolisian, Hamdanus menekankan bahwa standar disiplin harus tetap tinggi. “Kita boleh bukan tentara, bukan polisi. Tapi soal disiplin, KONI tidak boleh kalah. Tanpa disiplin, olahraga tidak akan bangkit,” ujarnya.
Hamdanus menegaskan bahwa KONI Sumbar akan terus melakukan evaluasi dan mengambil langkah tegas terhadap pengurus yang tidak siap bekerja atau mengabaikan komitmen. “Kalau ada pengurus yang tidak siap, lebih baik mundur. Organisasi ini tidak boleh terjebak oleh orang yang tidak menghargai pakta integritas,” katanya.
Ia berharap, ke depan KONI Sumbar benar-benar menjadi organisasi olahraga yang bersih, berintegritas, disiplin, dan berorientasi pada prestasi.(da*)


