Notification

×

Iklan

IKB Pekanbaru Usulkan Mr. Assaat Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 11:27 WIB Last Updated 2026-01-22T04:27:00Z

Pertemuan Gubernur Mahyeldi dengan jajaran pengurus IKB Pekanbaru.

Padang, Rakyatterkini.com — Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru mengusulkan Mr. Assaat Datuak Mudo untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Usulan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa Mr. Assaat Datuak Mudo merupakan sosok penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, khususnya pada masa transisi pemerintahan setelah Agresi Militer Belanda II.

“Mr. Assaat Datuak Mudo adalah pejuang kemerdekaan sekaligus tokoh Minangkabau yang berperan strategis dalam menjaga kelangsungan Republik Indonesia,” ujar Mahyeldi saat menerima tamu di Istana Gubernuran, Rabu (21/1/2026). 

Ia menambahkan bahwa Mr. Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

Mahyeldi juga menyoroti Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi yang banyak melahirkan tokoh nasional dan pahlawan bangsa. 

“Persentase pahlawan nasional dari Ranah Minang tergolong tinggi dibanding provinsi lain. Tokoh besar seperti Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Haji Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Rasuna Said, Bagindo Azizchan, hingga Usmar Ismail lahir dari tanah ini. Ini mencerminkan tradisi perjuangan, integritas, dan semangat kebangsaan masyarakat Minangkabau,” ujarnya.

Gubernur mendorong IKB Pekanbaru untuk segera melengkapi dokumen dan persyaratan administratif sesuai peraturan yang berlaku agar proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bisa diproses di tingkat pusat. “Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen mendukung dan mengawal pengusulan tokoh-tokoh pejuang daerah menjadi Pahlawan Nasional,” tegas Mahyeldi.

Sementara itu, Ketua IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi, menekankan pentingnya peran Mr. Assaat meski namanya belum banyak tercatat secara resmi sebagai Presiden RI. 

“Sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa RIS, kepemimpinannya sangat krusial. Saat terjadi kekosongan pemerintahan setelah penahanan Bung Karno dan Bung Hatta, beliau menjadi penopang utama keberlangsungan Republik Indonesia. Tanpa peran beliau, tidak menutup kemungkinan negara ini kembali berada di tangan Belanda,” ujar Hamdi.

Mr. Assaat Datuak Mudo lahir di Banuhampu, Kabupaten Agam, pada 18 September 1904. Ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara dari 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950 dengan pusat pemerintahan di Yogyakarta. Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hamdi menambahkan, IKB Pekanbaru telah membentuk panitia khusus untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi, termasuk penyusunan buku biografi. 

Sebagai bagian dari upaya pengakuan resmi, IKB juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Sumbar, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua Tim IKB H. Akmal Famajra, Wakil Ketua Azhari Syofyan, dan tim penulis biografi Mr. Assaat Datuak Mudo.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update