Notification

×

Iklan

IDAI Ingatkan Orang Tua Jaga Kesehatan Anak Saat Musim Hujan

Rabu, 07 Januari 2026 | 19:03 WIB Last Updated 2026-01-07T12:03:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan panduan bagi orang tua untuk menjaga kesehatan anak seiring meningkatnya risiko penyakit pada musim hujan, bersamaan dengan dimulainya kegiatan sekolah di awal tahun ajaran baru.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa meskipun pendidikan penting untuk perkembangan anak, kesehatan dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.

“Belajar di sekolah memang krusial bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. Namun, aspek kesehatan dan keselamatan harus menjadi perhatian utama,” ujar Piprim dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan udara meningkat dapat memicu risiko penularan penyakit seperti influenza, diare, dan demam berdarah. Kondisi ini semakin diperparah oleh potensi banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya yang sering terjadi pada musim hujan.

Untuk menjaga daya tahan tubuh anak, IDAI memberikan beberapa rekomendasi penting:

Kesehatan dan imunisasi: Pastikan anak dalam kondisi sehat saat masuk sekolah dan lengkap dengan imunisasi dasar maupun lanjutan sesuai usia. Imunisasi dianjurkan untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin, seperti campak, difteri, pertusis, dan influenza.

Nutrisi dan hidrasi: Berikan makanan bergizi seimbang dengan cukup protein hewani, pastikan asupan cairan yang memadai, batasi konsumsi makanan tinggi gula dan makanan siap saji, serta selalu sediakan air matang untuk diminum anak.

Waktu istirahat: Anak disarankan tidur mulai pukul 20.00 hingga 22.00 sesuai usia agar sistem imun tetap optimal.

Pemantauan kesehatan: Jika anak mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksakan ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga pulih untuk mencegah penularan.

Dari sisi lingkungan, IDAI mendorong penerapan 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air) serta langkah pencegahan gigitan nyamuk. Penggunaan losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian tertutup disarankan, dan anak sebaiknya memakai alas kaki saat bermain di area berisiko terkontaminasi untuk mengurangi risiko diare atau leptospirosis.

Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap menjadi kunci. Anak diajarkan menutup mulut dan hidung dengan lengan bagian dalam saat batuk atau bersin, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menggunakan masker ketika sakit atau berada di kerumunan. Orang tua juga disarankan mengajarkan anak untuk tidak berbagi peralatan makan, minum, atau barang pribadi.

IDAI juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Orang tua dan sekolah dianjurkan berkomunikasi secara aktif, melaporkan kondisi kesehatan anak, memperbarui data kontak darurat, serta membekali anak dengan pemahaman evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Tas siaga bencana yang berisi jas hujan, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter, peluit, dan kontak darurat keluarga sangat disarankan.

Di sekolah, ketersediaan fasilitas cuci tangan, air bersih, toilet higienis, serta kegiatan pembersihan dan disinfeksi rutin harus dijalankan. Kerja sama dengan puskesmas setempat juga dianjurkan untuk memantau kesehatan warga sekolah.

Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan memastikan fasilitas kesehatan siap digunakan, lingkungan sekolah aman dari risiko banjir atau longsor, serta sistem peringatan dini berfungsi optimal untuk menghadapi musim hujan dan bencana hidrometeorologi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update