Notification

×

Iklan

Enam Jembatan Darurat di Agam Resmi Dibuka

Kamis, 29 Januari 2026 | 17:33 WIB Last Updated 2026-01-29T10:33:00Z

Enam jembatan darurat tipe Bailey dan Armco yang dibangun

Tanjung Raya, Rakyatterkini.com– Enam jembatan darurat tipe Bailey dan Armco yang dibangun untuk mendukung pemulihan pasca-bencana di Kabupaten Agam kini resmi dibuka untuk digunakan.

Peresmian dilakukan di lokasi jembatan Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, pada Rabu (28/1).

Jembatan-jembatan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yaitu satu jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco di Tanjung Raya, satu jembatan Bailey di Matur, serta satu jembatan Bailey di Canduang. Sebelumnya, satu jembatan Armco di Kecamatan Malalak juga telah selesai dibangun, sehingga total jembatan yang rampung mencapai tujuh unit.

Kasdam XX/TIB, Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo, yang meresmikan jembatan, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan pasca-bencana.

“Ini sesuai dengan pesan Presiden bahwa negara hadir untuk rakyat. Kami ingin masyarakat merasa tidak sendiri. Pemerintah hadir mendampingi rakyat untuk memulihkan infrastruktur yang terdampak, termasuk jembatan-jembatan ini,” katanya.

Brigjen Heri menambahkan, dengan terbukanya kembali akses penghubung, aktivitas masyarakat diharapkan dapat berjalan normal dan roda perekonomian terus bergerak. Ia juga menyebut masih ada beberapa titik jembatan lain serta fasilitas penting seperti sekolah yang akan dibangun ke depan.

“Ketika akses kembali terbuka, warga bisa melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Gangguan akibat bencana sebelumnya diharapkan kini mulai pulih,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat yang terjalin dalam percepatan pembangunan jembatan ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi, mewakili Bupati Agam, menyatakan bahwa pembangunan jembatan tidak sekadar soal fisik, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan harapan masyarakat pascabencana.

“Jembatan ini kembali menghubungkan aktivitas masyarakat. Anak-anak bisa bersekolah, petani dan pedagang dapat mengangkut hasil usaha, dan layanan kesehatan bisa menjangkau warga tanpa hambatan. Akses ini sangat penting untuk membangkitkan kembali kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, masyarakat, hingga pihak lain yang mendukung pembangunan jembatan.

“Kerja cepat, koordinasi yang baik, dan kepedulian tulus membuktikan bahwa dalam menghadapi bencana, kita tidak pernah berjalan sendiri,” ujarnya.

Dr. Lutfi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun. Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi simbol perjuangan dan kebersamaan masyarakat dalam melewati masa sulit pascabencana.

Dengan kembali terbukanya akses penghubung antarwilayah, diharapkan pemulihan ekonomi dapat lebih cepat, kehidupan sosial kembali normal, dan semangat masyarakat untuk bangkit semakin kuat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update