Notification

×

Iklan

Banjir Satu Meter Rendam Pekalongan, Warga Dievakuasi

Minggu, 18 Januari 2026 | 14:15 WIB Last Updated 2026-01-18T07:15:00Z

Tim SAR gabungan mengevakuasi warga yang terjebak banjir 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Banjir setinggi sekitar satu meter masih merendam sejumlah permukiman di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Dampak paling parah terlihat di Dukuh Babadan, Desa Sipait, Kecamatan Siwalan.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta relawan, bekerja keras menembus arus air untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah. Dengan menggunakan perahu karet, mereka menyisir rumah satu per satu untuk memastikan semua penghuni dievakuasi.

Momen paling dramatis terjadi saat beberapa anggota kepolisian harus menggendong lansia dan anak-anak demi dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Kedalaman air yang mencapai dada orang dewasa dinilai sangat membahayakan keselamatan kelompok rentan.

"Prioritas utama kami adalah evakuasi warga yang paling rentan. Petugas di lapangan terus siaga karena debit air bisa berubah sewaktu-waktu," ungkap seorang petugas di lokasi, Minggu (18/1/2026).

Sebagai upaya tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiapkan tiga lokasi pengungsian utama bagi ratusan warga terdampak, yakni Aula Kecamatan Siwalan, area pabrik tekstil setempat, dan Masjid Babadan.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, memantau langsung kondisi pengungsi. Selain memastikan proses evakuasi berjalan lancar, jajaran Forkopimda juga menyalurkan bantuan sosial berupa logistik dan kebutuhan pokok.

Tidak hanya fokus pada evakuasi, Polres Pekalongan juga menyediakan layanan pendukung di posko pengungsian. Fasilitas yang tersedia antara lain posko kesehatan untuk pemeriksaan medis warga yang mulai terkena penyakit kulit dan ISPA, trauma healing bagi anak-anak untuk meminimalisir dampak psikologis, serta dapur lapangan guna memenuhi kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

"Kami menyiagakan personel dan dapur lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Tim kesehatan juga terus menyisir pengungsi untuk memberikan bantuan medis," ujar AKBP Rachmad C Yusuf.

Sementara itu, Ketua DPRD Pekalongan, Abdul Munir, mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Siwalan agar tetap waspada. Curah hujan di wilayah hulu masih tinggi, sehingga potensi banjir susulan kemungkinan besar masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update