Padang, Rakyatterkini.com – Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sorotan serius akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Data kepolisian menunjukkan provinsi ini termasuk lima besar daerah dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Indonesia.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Semen Padang memanfaatkan momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional untuk meningkatkan kesadaran berkendara masyarakat melalui edukasi intensif.
Kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk kampanye Safety Riding dengan tema "Budayakan Keselamatan Berkendara dan Tertib Berlalu Lintas", yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Rabu (21/1/2026). Program ini melibatkan tidak hanya karyawan perusahaan, tetapi juga pelajar di Kota Padang sebagai kelompok usia yang rentan terhadap kecelakaan.
Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya memperluas konsep keselamatan, yang tidak hanya terbatas di lingkungan kerja.
"Budaya K3 harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk saat berkendara. Keselamatan perlu menjadi kesadaran bersama dan dijalankan secara konsisten untuk melindungi karyawan, keluarga, dan masyarakat," ujar Idris.
Urgensi kampanye ini diperkuat oleh Kompol Rosita Imelda Ifadi, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Sumbar. Ia menegaskan bahwa jalan raya masih menjadi sumber kecelakaan serius, terutama bagi generasi muda.
"Kecelakaan lalu lintas termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Sumbar, mayoritas korban berada pada rentang usia produktif, yakni 13 hingga 35 tahun," jelas Rosita.
Rosita juga menyoroti perilaku pengemudi yang meningkatkan risiko kecelakaan, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, kelalaian administrasi kendaraan, dan modifikasi yang tidak sesuai standar. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang aman merupakan kunci terciptanya budaya lalu lintas yang selamat.
Dampak kelalaian di jalan juga tercermin dari peningkatan klaim asuransi kecelakaan. Dwi Aprianto, Kepala Subbagian Pelayanan Santunan PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, mengungkapkan data sepanjang 2025 yang menunjukkan lonjakan signifikan.
"Total santunan naik 11,04 persen atau sekitar Rp7,7 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh frekuensi kecelakaan yang meningkat 2,63 persen, serta kecelakaan fatal yang menimbulkan korban meninggal dunia naik 3,57 persen," ujar Dwi.
Ketua Panitia Kampanye Safety Riding PT Semen Padang, Jefri Antoni, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan perubahan perilaku, bukan sekadar memberi pesan.
"Kecelakaan lalu lintas berdampak tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga, perusahaan, dan lingkungan kerja. Karena itu, Safety Riding harus menjadi budaya, bukan hanya slogan," tegas Jefri.
Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dan teladan keselamatan di lingkungan masing-masing.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk menjadi contoh yang baik, baik di tempat kerja maupun di masyarakat," pungkas Jefri.(da*)


