![]() |
| Ilustrasi. |
RAKYATTERKINI.COM - Game balap ikonik Real Racing 3 resmi akan menutup server secara permanen pada 19 Maret 2026, mengakhiri perjalanan panjangnya yang telah menemani jutaan penggemar balap di seluruh dunia.
Kabar ini diumumkan langsung oleh Electronic Arts (EA) melalui pengumuman bertajuk “The Final Lap”, sebuah simbol perpisahan untuk salah satu game mobile paling berpengaruh di masanya.
“Terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Real Racing 3. Semangat, dedikasi, dan kecintaan Anda pada balap telah membuat perjalanan ini benar-benar istimewa. Setelah banyak pertimbangan, kami mengambil keputusan sulit untuk menghentikan dukungan Real Racing 3,” tulis EA dalam pernyataan resminya.
Penutupan Real Racing 3 tidak dilakukan secara mendadak. EA memilih skema penonaktifan bertahap yang telah dimulai sejak Desember 2025. Pada 18 Desember 2025, game ini resmi dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store, sehingga tidak lagi tersedia untuk pengguna baru.
Meski begitu, pemain lama masih bisa mengunduh ulang game melalui riwayat aplikasi di akun masing-masing. Namun, fitur pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) telah dinonaktifkan.
Pemain tidak lagi dapat membeli Gold atau item premium menggunakan uang sungguhan, meski seluruh item dan mata uang yang sudah dimiliki tetap bisa digunakan hingga server resmi ditutup.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, EA juga membagikan hadiah perpisahan gratis kepada seluruh pemain berupa 1.000 Gold, Audi S1 e-tron quattro, dan Rimac Nevera 2023. Bagi pemain yang telah memiliki mobil tersebut, hadiah akan dikonversi menjadi tambahan Gold.
Real Racing 3 dikenal sebagai game balap mobile yang menghadirkan grafis realistis setara konsol, lisensi mobil dunia nyata, serta ajang balap bergengsi seperti Formula 1, Formula E, NASCAR, hingga deretan hypercar modern. Sejak perilisannya, game ini menjadi standar baru genre balap di platform mobile.
Penutupan game legendaris ini memicu berbagai spekulasi di kalangan komunitas, termasuk dugaan bahwa keputusan EA berkaitan dengan strategi bisnis dan tekanan persaingan ketat di industri game mobile yang terus berkembang. (*)


