Notification

×

Iklan

165 Korban Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi di Agam

Rabu, 07 Januari 2026 | 04:33 WIB Last Updated 2026-01-07T00:31:10Z

TNI bantu pembukaan jalan yang tertutup material longsor di Agam.

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat kerugian akibat bencana hidrometeorologi mencapai sekitar Rp6,5 triliun. 

Angka ini mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, sektor pendidikan, pertanian, peternakan, dan infrastruktur lainnya.

“Kami memperkirakan total kerugian mencapai Rp6,5 triliun berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, Senin, saat rapat koordinasi dan evaluasi penanganan tanggap darurat bencana di aula utama kantor bupati.

Rahmat merinci, bencana yang terjadi mengakibatkan 1.729 rumah mengalami kerusakan berat, hanyut, atau berada dalam kondisi terancam. Selain itu, 27 unit tempat ibadah dan 121 fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan.

Kerusakan lain terjadi pada 40 unit jembatan, lahan pertanian, jalan, perkantoran, serta sektor peternakan yang terdampak langsung. “Semua data kerusakan saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi lapangan oleh tim teknis terkait,” jelasnya.

Rangkaian bencana alam yang melanda Agam, termasuk banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung pada akhir November 2025, menimbulkan dampak besar baik dari sisi kemanusiaan maupun infrastruktur. 

Peristiwa ini menewaskan 165 orang, dengan korban terbanyak di Kecamatan Palembayan mencapai 136 orang, serta memaksa 3.246 jiwa mengungsi.

Meski situasi darurat masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, meliputi pendidikan, pemenuhan logistik, dan perbaikan infrastruktur dasar.

Selain itu, Pemkab Agam tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan terdampak, yakni Palembayan, Ampek Koto, Malalak, Palupuh, dan Tanjung Raya. 

Untuk mempercepat pembersihan material bencana dan membuka kembali akses wilayah, BPBD Agam mengusulkan kebutuhan 63 unit alat berat, termasuk ekskavator dan truk jungkit (dump truck). (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update