Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, membuka tahun 2026 dengan menegaskan komitmennya untuk menata Pasa Ateh (Pasar Atas) agar lebih produktif dan ramai dikunjungi. Selama ini, sejumlah toko di pasar tersebut banyak yang tidak digunakan pedagang.
Ramlan menegaskan, toko-toko kosong akan disegel dan dialihkan kepada pihak lain yang berminat menyewa. Teras pasar juga akan disewakan untuk meningkatkan aktivitas pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Jam Gadang ini.
“Kami perintahkan Dinas Pasar untuk menertibkan toko yang kosong. Ruang tersebut akan diberikan kepada pihak yang ingin menyewa, termasuk pedagang kaki lima yang ada di sini,” ujarnya, Senin (6/1).
Sebagai bagian dari penataan, Pemko Bukittinggi memberikan keringanan dengan membebaskan biaya sewa selama empat bulan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya mendorong program “pedagang kaki lima naik kelas”.
“Kita gratiskan sewa selama empat bulan karena kawasan pasar akan ditertibkan. Ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pedagang,” jelas Ramlan.
Wali kota juga turun langsung bersama sejumlah kepala OPD meninjau kondisi Pasa Ateh. Dalam penataan ini, Pemko berencana menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi terlarang, serta mencabut hak pedagang pemegang kartu kuning yang tidak membuka toko di gedung Pasa Ateh. Ruang tersebut kemudian akan dialihkan kepada pedagang lain yang membutuhkan.
Hasil peninjauan menunjukkan banyak toko tutup dan tidak difungsikan dalam jangka waktu lama, kondisi yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara, sebagaimana ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Banyak kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini bisa merugikan negara dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Ramlan.
Pemko juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk menyewa ruang kosong di Pasa Ateh, termasuk untuk usaha kafe dan food court di lantai satu hingga atap gedung.
“Ada beberapa ruang strategis yang masih kosong, bisa dimanfaatkan untuk kafe atau food court. Silakan hubungi Dinas Pasar. Tahun 2026 ini fokus kami adalah menata dan meramaikan Pasa Ateh,” tambahnya.
Penataan ini dilakukan secara menyeluruh tanpa tebang pilih, termasuk pembenahan area parkir dan memastikan fasilitas umum seperti toilet dapat digunakan secara gratis.
“Semua kita tertibkan tanpa pandang bulu. Kami bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan kelompok tertentu,” pungkas Ramlan.(da*)


