![]() |
| Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memaparkan update data terkini banjir dan tanah longsor. |
Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Bencana alam yang melanda Kabupaten Tanah Datar meninggalkan duka mendalam sekaligus dampak besar bagi masyarakat.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanah Datar mencatat, hingga 16 Desember 2025, sebanyak tiga orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 2.779 warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur tercatat sangat signifikan. Sebanyak 34 rumah hanyut, 95 rumah rusak berat, 101 rumah rusak sedang, dan 217 rumah rusak ringan. Tak hanya itu, 77 unit kendaraan turut terdampak.
Sementara akses transportasi terganggu akibat 20 titik jalan rusak berat dan 16 titik jalan rusak ringan.
Kondisi kian memprihatinkan dengan 16 jembatan putus, tiga jembatan rusak berat, dan satu jembatan rusak ringan, yang membuat aktivitas warga dan distribusi bantuan di sejumlah wilayah tersendat.
Kerusakan juga menyasar fasilitas publik, meliputi sembilan unit perkantoran, sembilan sekolah, 23 rumah ibadah, serta 44 fasilitas umum lainnya. Sistem pengairan turut terdampak dengan 74 titik irigasi sekunder dan 17 titik irigasi tersier mengalami kerusakan, serta 14 aliran sungai terdampak bencana.
Bencana ini meluas ke 11 kecamatan, yakni Kecamatan X Koto, Sungai Tarab, Batipuh, Lintau Buo Utara, Batipuh Selatan, Tanjung Emas, Pariangan, Lima Kaum, Padang Ganting, Rambatan, dan Sungayang.
Tak kurang dari 36 nagari turut merasakan dampaknya, termasuk Singgalang, Pandai Sikek, Koto Laweh, Paninjauan, Jaho, Pitalah, Sumpur, Guguak Malalo, Batu Taba, Sungai Jambu, hingga Baruh Bukik.
Di tengah situasi sulit tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Pemerintah telah mempersiapkan hunian sementara (Huntara) bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian, sebagai upaya memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Bupati Tanah Datar Eka Putra juga memastikan aspek kesehatan warga menjadi perhatian utama. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, tim medis disiagakan di seluruh lokasi pengungsian untuk melakukan pemeriksaan rutin serta penanganan cepat bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami memastikan seluruh pengungsi mendapat layanan kesehatan yang memadai,” tegas Eka Putra.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi, sembari berharap kondisi segera membaik dan masyarakat dapat kembali bangkit dari bencana ini. (farid)



