Notification

×

Iklan

TNI Tetap Siaga di Wilayah Terdampak Banjir Sumbar

Minggu, 28 Desember 2025 | 20:34 WIB Last Updated 2025-12-28T13:34:00Z

Danrem 032/Wirabraja Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Machfud memantau pembangunan hunian sementara

Padang, Rakyatterkini.com – Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja menegaskan bahwa personel TNI masih aktif berada di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat untuk mendukung masyarakat dan pemerintah dalam proses pemulihan, meski status tanggap darurat provinsi telah berakhir.

Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Machfud, menyampaikan bahwa anggota TNI di bawah Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol tetap disiagakan di sejumlah daerah yang terkena banjir bandang dan longsor.

“Korem 032/Wirabraja masih berada di wilayah-wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Machfud di Kota Padang, Minggu.

Fokus penugasan TNI saat ini mencakup Kabupaten Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kota Padang.

Beberapa kegiatan utama TNI di lapangan meliputi pembangunan jembatan bailey dan jembatan aramco, pembangunan hunian sementara (huntara), serta pembuatan sumur bor untuk memastikan pasokan air bersih bagi para korban bencana.

Sejak bencana melanda 16 kabupaten dan kota di Ranah Minang, Korem 032/Wirabraja telah membangun huntara di Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, dan Tanah Datar. Di Kabupaten Agam, huntara di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, mampu menampung 117 kepala keluarga (KK). Di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota, huntara menampung 60 KK, sedangkan di Kabupaten Tanah Datar tersedia hunian bagi 20 KK.

Selain itu, TNI telah mendirikan 13 sumur bor di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Solok untuk mendukung penyediaan air bersih bagi penyintas. “Sebelas sumur bor dibangun oleh TNI AD, sementara dua lainnya merupakan hasil kerja sama Korem 032/Wirabraja dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol,” jelas Machfud.

Dalam pemulihan akses transportasi, TNI juga telah menyelesaikan pembangunan empat unit jembatan bailey di Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Solok. “Keempat jembatan tersebut telah rampung 100 persen dan sangat membantu mobilitas masyarakat,” tuturnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update