Sawahlunto, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, tengah memaksimalkan peran Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Songket Silungkang sebagai pusat layanan produksi, pelatihan, dan pengembangan ekonomi bagi para perajin songket.
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menekankan sentra IKM memiliki fungsi strategis sebagai fasilitas publik yang tidak hanya mendukung kemampuan perajin, tetapi juga mendorong regenerasi penenun dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
“Sentra ini harus hidup dan benar-benar memberikan layanan. Bukan sekadar gedung, tetapi ruang kerja produktif yang berdampak nyata bagi perajin dan ekonomi masyarakat,” ujar Riyanda saat meninjau sentra IKM di Kecamatan Silungkang, Selasa (23/12/2025).
Riyanda menambahkan, pemerintah daerah menargetkan sebelum Lebaran sejumlah kegiatan produksi dan pelatihan sudah berjalan, sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan para pelaku IKM songket.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Sawahlunto, Tatang Sumarna, menyampaikan bahwa sentra IKM dirancang sebagai pusat layanan terpadu, mulai dari proses produksi hingga pendampingan pengembangan usaha.
“Layanan yang disediakan mencakup produksi, pewarnaan benang, desain motif dan kemasan, jasa hani, jasa turiang, pelatihan menenun, penyediaan bahan baku dan peralatan, hingga konsultasi pengembangan produk turunan serta strategi pemasaran,” jelas Tatang.
Dari sisi fasilitas, sentra IKM telah dilengkapi 20 unit ATBM semi otomatis, 10 unit ATBM dobby manual, 10 unit ATBM manual, serta beragam alat pendukung seperti hani, kelos, turiang, alat celup benang, dan pamedangan tenun.
Kelengkapan ini memungkinkan sentra berfungsi sebagai pusat produksi bersama sekaligus tempat pelatihan berkelanjutan bagi perajin pemula maupun yang sudah aktif.
Selain itu, gedung yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian ini juga menyediakan fasilitas penginapan, yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan intensif dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Riyanda menegaskan, pengelolaan manajerial dan operasional yang baik menjadi kunci agar seluruh layanan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
“Dengan pengelolaan yang tepat, sentra ini akan menjadi penggerak ekonomi lokal, menjaga kelestarian songket Silungkang, sekaligus memperkuat posisi Sawahlunto dalam ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata budaya,” tutupnya. (da*)


